SUMSEL RAYA

Walikota Pagaralam Pertama, Djazuli Kuris Meninggal Dunia

Mantan Walikota Pagaralam itu mengembuskan napas terakhir Rabu (8/8/2021) sekitar pukul 05.30 WIB di kediamannya Jalan Air Perikan Kota Pagar Alam. (Foto:istimewa)
Mantan Walikota Pagaralam itu mengembuskan napas terakhir Rabu (8/8/2021) sekitar pukul 05.30 WIB di kediamannya Jalan Air Perikan Kota Pagar Alam. (Foto:istimewa)

| Pagaralam - Kabar duka menyelimuti seluruh masyarakat Kota Pagaralam. Mantan Walikota Pagaralam itu mengembuskan napas terakhir Rabu (8/8/2021) sekitar pukul 05.30 WIB di kediamannya Jalan Air Perikan Kota Pagar Alam. Djazuli meninggal di usia 71 tahun.

Mantan Walikota Pagaralam Periode 2001 sampai 2013 ini merupakan Walikota pertama untuk Kota Pagaralam sejak menjadi kota Otonom pada tahun 2001 lalu.

Beliau sempat menjadi penjabat Walikota Pagaralam saat Pagaralam pertama dibentuk jadi kota otonom.

Kabar duka ini cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet yang terkejut dan mendoakan almarhum.

Semasa hidupnya, Djazuli Kuris dikenal berjasa bagi Kota Pagar Alam, terutama dalam membangun kota kecil ini mulai dari akses jalan, perkantoran, pertanian dan sebagainya. Di tangan dingin Djazuli pembangunan di wilayah pemekaran sejak 2001 ini berjalan cukup pesat. 


Berikut rangkuman perjalanan karier Drs. H. Djazuli Kuris, MM. Djazuli dilahirkan di Pagar Alam pada 20 Agustus 1950. Dia merupakan Wali Kota Pagar Alam yang menjabat selama dua periode yakni tahun 2003-2008 dan 2008-2013.

Djazuli memulai kariernya sebagai Camat Pagar Alam. Sejak Pagar Alam resmi sebagai daerah otonomi baru (DOB) pada tahun 2001 ia ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri sebagai Caretaker Wali Kota Pagar Alam hingga tahun 2003.

Karier politiknya dimulai ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya Kota Pagar Alam.

Dalam Pilkada Pagar Alam 2003, Djazuli menggandeng Dr. H. Budiarto, SE, M.Si yang merupakan kakak kandung dari mantan ketua Partai Gerindra (Alm.) H. Nur Iswanto, SH, MM (asal desa Batu Rancing, Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat).

Sedangkan pada Pilkada 2008, Djazuli   berpasangan dengan dr. Hj. Ida Fitriati Basjuni dan kembali terpilih untuk memimpin Pagar Alam di periode 2008-2013.

Pada tahun 2013, Djazuli maju dalam kontestasi pemilihan Gubernur Sumatra Selatan. Namun pada akhirnya, ia dinyatakan gagal oleh KPU pada tahap verifikasi.

Setahun kemudian, dia juga mencalonkan dirinya sebagai Anggota DPR-RI Sumsel dari Partai Golongan Karya untuk periode 2014-2019. Akan tetapi Djazuli kembali gagal, karena jumlah perolehan suara yang diraih masih kurang.

Beberapa prestasi Djazuli Kuris dalam pembangunan Pagar Alam yaitu pembangunan Bandara Atung Bungsu di Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan.

Lalu pembangunan Tangga Seribu di kaki Gunung Dempo. Tujuannya untuk menghubungkan kaki Gunung Dempo dengan titik nol pendakian.

Kemudian, di masa kepemimpinan Djazuli, Pemkot membangun Villa Pagar Alam, tempat menginap bagi pengunjung wisata Gunung Dempo.

Editor: Jon Morino