PENDIDIKAN

Disdik : Hasil Evaluasi PTM Terbatas Masih Ditemukan Kerumunan

Hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di kota Palembang, Dinas Pendidikan Kota Palembang masih temukan kerumunan dalam hal sistem antar jemput yang dilakukan wali murid. (foto : Jhon/infosumsel.id)
Hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di kota Palembang, Dinas Pendidikan Kota Palembang masih temukan kerumunan dalam hal sistem antar jemput yang dilakukan wali murid. (foto : Jhon/infosumsel.id)

I Palembang - Hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di kota Palembang, Dinas Pendidikan Kota Palembang masih temukan kerumunan dalam hal sistem antar jemput yang dilakukan wali murid.

"Hasil evaluasi kita sejak hari pertama PTM terbatas lalu, kita masih menemukan kerumunan di sekolah khususnya saat orang tua mengantar dan jemput anaknya sekolah, padahal sudah diatur pembagian waktu untuk para orang tua, " Kata Ahmad Zulinto Selalu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, saat ditemui di rumah dinas Walikota, Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, masih terjadi kerumunan ini kemungkinan dikarenakan wali murid terlalu senang anak mereka sekolah sehingga mengantar dan menjemput melebihi batas waktu yang ditentukan

Dijelaskannya, saat ini jedah antar jemput tiap sesi 30 menit Namun, terkadang orangtua melebih waktu tersebut sehingga bertabrakan dengan sesi pembelajaran berikutnya.

"Kedepan, pihaknya akan menambah jeda selama satu jam bagi orang tua untuk melakukan antar dan jemput di sekolah." ujarnya.


Selain itu, pihaknya akan meminta pihak sekolah untuk meningkatkan satgas sekolah khususnya dalam hal mengawasi saat antar jemput siswa.

"Saya juga meminta satgas sekolah untuk harus ditingkatkan. Karena seharusnya anak itu menunggu di dalam sekolah dan langsung naik jemputan untuk pulang. Sehingga, tidak menunggu yang berakibat kepada kerumunan," tuturnya.

Lanjutnya, melihat hasil evaluasi PTM Terbatas sejak hari pertama serta situasi Covid 19 yang semakin membaik membuat Disdik menargetkan seluruh sekolah menengah pertama (SMP) khususnya negeri untuk segera menerapkan PTM Terbatas.

"Meski demikian pihak sekolah tidak semerta langsung melaksanakan PTM Terbatas melainkan harus terlebih dahulu diverifikasi Kalau sudah oke baru nanti kita buka pada 13 September mendatang.," katanya.

Untuk SMP Negeri, pihaknya mengutamakan 100 persen sudah dapat dibuka. Sedangkan, swasta tentu harus dilihat kesiapannya terlebih dahulu. Sedangkan, SD akan diupayakan menambah 3 SD Negeri dan 2 SD Negeri disetiap kecamatan di Kota Palembang. Sedangkan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan ditambah sebanyak 3 sekolah lagi.

"Kalau SD dan PAUD ini mengajukan keberatan maka akan diberikan suatu kebijakan yakni tetap menggunakan Daring," terangnya.

Dia mengaku bagi sekolah yang sudah menerapkan PTM, tidak menutup kemungkinan akan ditutup kembali jika terjadi ketidak patuhan. Walaupun, tidak ada Covid-19 di dalamnya namun setiap aturan protokol kesehatan harus tetap ditaati. Seperti sistem antar jemput para siswa di sekolah. Nantinya, seluruh tim gugus tugas Palembang baik dari Disdik dan lain sebagainya akan melakukan patroli untuk memastikan protokol kesehatan ini.

"Jadi walaupun sudah dibuka akan tetap dievaluasi jangan sampai kejadian hal yang tidak diinginkan," ujarnya. 

Editor: Beni Martha Daya