MARKET

Petani Cabai Teriak Harga Merosot Tajam

Banyak petani gelisah bahkan marah karena harga cabai yang merosot tajam. 
(Foto : instagram petani cabai rawit)
Banyak petani gelisah bahkan marah karena harga cabai yang merosot tajam. (Foto : instagram petani cabai rawit)

| Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan ikut prihatin dengan anjloknya harga cabai di pasaran. Banyak petani gelisah bahkan marah karena harga cabai yang merosot tajam.

Johan mengingatkan pemerintah segera menyikapi agar harga cabai stabil samai saat panen cabai.

“Saya minta pemerintah segera stabilkan harga cabai karena jika dilihat dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional maka telah terjadi kemerosotan harga cabai besar sebanyak 3,38% dan cabai rawit merah juga merosot 1,83% demikian juga untuk cabai merah kriting harga turun sebesar 2,77%,” kata Johan, Kamis (9/9).

Politikus PKS ini mendesak pemerintah menyiapkan solusi konkret untuk stabilisasi harga cabai serta membuat kebijakan agar harga cabai bisa menguntungkan petani.

Dia berharap ada desain strategi supaya pemerintah melakukan sebaran produksi cabai dan memperbaiki industri cabai nasional karena terjadinya disparitas harga cabai antar daerah karena pusat produksi cabai terkonsentrasi di Pulau Jawa.


“Saya minta segera perbaiki industri cabai agar dinamika produksi dan volatilitas harga cabai dapat terkendali,” ujar Johan.

Legislator Senayan dari Pulau Sumbawa ini menilai sampai saat ini belum ada solusi konkret dari pemerintah untuk menstabilkan harga cabai yang bisa menguntungkan petani.

Untuk itu, Johan Rosihan selalu mendorong pemerintah agar membantu petani dalam menghadapi berbagai kesulitan karena menurutnya para petani selalu mengalami kerugian dalam berusaha tani cabai dan selalu mengalami harga jual yang rendah, serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) dan modal yang terbatas.

Wakil rakyat dari dapil NTB ini melihat bahwa pemerintah mesti membantu para petani dalam hal pemasaran karena menurutnya rantai pasok komoditi cabai yang terlalu panjang, yang hal ini juga berakibat tingginya kerusakan yang menyebabkan harga sangat fluktuatif.

Salah satu cara mengembangkan industri cabai, pemerintah mesti aktif menghubungkan kemitraan petani dengan perusahaan pengolah cabai sehingga harga bisa stabil.

“Kemitraan ini harus dikembangkan dengan model berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi yang bisa menguntungkan para petani,” tutur Johan.

Johan menandaskan agar pemerintah bersikap tegas untuk menstabilkan harga cabai sebab merosotnya harga cabai selalu terjadi setiap tahun dan hal ini selalu merugikan petani produsen.

Dia mengusulkan pemerintah membuat kebijakan dengan menentukan harga dasar cabai yang wajar, yang bisa menguntungkan petani dan tidak memberatkan konsumen, penentuan harga dasar ini harus mempertimbangkan break event point (BEP) cabai secara nasional serta bersikap tegas untuk tidak impor, cetus Johan.

Ketua DPP PKS ini juga menguraikan salah satu strategi penting untuk mengatasi merosotnya harga cabai di pasaran adalah dengan meningkatkan luas tanaman cabai pada musim hujan dan mengatur luas tanam dan produksi cabai pada musim kemarau.

“Pemerintah harus kendalikan harga cabai dengan mengatur sebaran produksi secara merata dan membantu petani yang umumnya memiliki modal yang terbatas,” ujar Johan Rosihan.

 

Editor: Intan Sriwidari