SUMSEL 24

Makam Anak Korban Pesugihan Dibongkar

Video pencungkilan mata sang adik yang viral, kini makam sang kakak yang juga diduga korban tumbal pesugihan turut dibongkar (Foto : Youtube Info Sumsel)
Video pencungkilan mata sang adik yang viral, kini makam sang kakak yang juga diduga korban tumbal pesugihan turut dibongkar (Foto : Youtube Info Sumsel)

| Jakarta - Makam korban penganiayaan yang diduga utk pesugihan orangtua di Gowa dibongkar. Seperti diketahui, setelah sang adik menjadi korban pencungkilan mata oleh orangtuanya, sang kakak yang meninggal diduga juga akibat korban penganiayaan.

Kepolisian akhirnya membongkar Makam DN (22) guna mengungkap kematian sang kakak yang diduga turut ikut jadi tumbal.

Diduga kematian DN disebabkan karena dicekoki dua liter garam saat sedang tertidur.

"Penyebab kematian korban, masih kita selidiki, namun setelah kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, memang kita akan lakukan autopsi," kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman, Kamis (9/9).

Boby menuturkan, pihaknya tengah menanti pihak keluarga untuk datang melaporkan terkait peristiwa yang menimpa AP. Termasuk kematian kakak kandungnya, DN yang diduga akibat dicekoki dua liter garam hingga meninggal dunia.


"Rencananya, paman korban akan datang melapor ke sini. Kami masih tunggu," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Gowa menerangkan kasus kekerasan yang dialami AP, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan pihaknya juga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

"Penyidik sudah memeriksa sembilan orang saksi. Status dari empat orang yang sudah kita amankan, saat ini sudah ditetapkan dua orang lagi sebagai tersangka. Jadi total tersangka ada empat orang," jelasnya.

Tambahan tersangka kata Boby merupakan orang tua korban yakni, ibu dan bapaknya. Terlebih dahulu pihak kepolisian menetapkan kakek dan paman korban sebagai tersangka.

Sementara, lanjut Boby, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap ibu dan bapak korban, lantaran masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar dan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan kedua tersangka.

"Keduanya masih di RS Dadi dan diobservasi dan menunggu hasil dari sana. Hasilnya masih koordinasi apakah bisa cepat atau tidak," tuturnya.

 

Editor: Intan Sriwidari