SUMSEL 24

Polrestabes Palembang Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserese Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) berhasil menggalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 14 Miliar. (Foto : Pahmi Ramadhan/infosumsel.id)
Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserese Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) berhasil menggalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 14 Miliar. (Foto : Pahmi Ramadhan/infosumsel.id)

| Palembang - Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) berhasil menggalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 14 Miliar.

Anggota turut mengamankan seorang driver bernama Aziz Septiansyah (42) warga Lampung yang membawa benih lobster dengan mobil Kijang Innova bernopol BG 1628 AN. 

Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal saat anggota kita menerima informasi adanya mobil yang di modifikasi menggangkut bibit udang jenis Mutiara dan Pasir.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan sehingga mendapatkan informasi tersebut benar dengan menemukan 18 box sterofoam berisikan benih lobster, dengan kerugian negara mencapai Rp 14 Miliar. 

"Kita tangkap pelaku saat masuk ke gerbang tol Keramasan. Kemudian saat dilakukan penggeledahan oleh anggota kita didapatkan pelaku ini membawa bibit lobster, berupa 83.200 ekor benih lobster jenis pasir dan 8.256 ekor benih lobster jenis mutiara," katanya. 


Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengungkapkan, anggotanya akan melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus ini. 

"Bibit lobster yang dibawa pelaku berasal dari Pelabuhan Ratu menuju Jambi, atas ulahnya pelaku akan dijerat pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan ancam delapan tahun penjara," tutupnya. 

Sementara itu, Aziz mengaku sudah empat kali mengantarkan pesanan lobster tersebut dengan bayaran Rp 1 juta. 

"Saya hanya mengantarkan saja dengan menggunakan mobil," katanya. 

Lanjut Azis mengungkapkan pesanan tersebut dari Pelabuhan Ratu menuju Jambi, setelah tiba di Jambi akan ada orang yang mengambilnya. 

"Setelah barang sampai baru saya mendapatkan upah dan di kirim melalui rekening," tutupnya. 

Editor: Jon Morino