SUMSEL 24

Pelaku Pembuhanan Eli Bisa Kena Pasal Berlapis

Kriminolog Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Martini SH MH menanggapi pembunuhan Eli Sujarwo (Foto: Istimewa)
Kriminolog Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Martini SH MH menanggapi pembunuhan Eli Sujarwo (Foto: Istimewa)

| Palembang - Eli Sujarwo (31) meninggal dunia setelah ditembak warga di bagian dagu, pingggang, punggung, dan kaki.

Kejadian tersebut terjadi saat Eli diduga mencuri sepeda motor milik seorang warga di
di Dusun Lubuk Keranji Kelurahan Saterio Kecamatan Banyuasin III Sumsel, pada Jumat (10/9).

Menanggapi hal itu Kriminolog Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Martini SH MH saat di konfrimasi wartawan infosumsel.id menuturkan, hukum di Indonesia sudah mengatur penggunaan senpi artinya masyarakat tidak bisa main hakim sendiri.

"Masyarakat yang memiliki senpi baik itu rakitan atau dimiliki secara resmi, mereka tidak menggunakan senjata tersebut untuk main hakim sendiri hingga menimbulkan korban jiwa," ujarnya Senin (13/9).

Kalau memang ada dugaan mencuri motor, lanjut Martini mengatakan, harus di bawa ke pihak berwajib.


"Seharusnya masyarakat menyerahkan kasus tersebut ke pihak berwajib dalam hal ini polisi, jangan seperti hukum rimba yang main hakim sendiri," katanya.

Martini menegaskan, para pelaku yang menyebabkan seseorang meninggal hukumannya pasti berlapis.

"Pelakunya lebih dari satu orang artinya bisa dikenakan pasal 170 KUHP dan misalkan pelaku dihukum seumur hidup ataupun hukuman mati pasti hukumanannya akan berlapis mulai dari memiliki senpi hingga menghilangkan nyawa korban secara bersama-sama," tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Editor: Intan Sriwidari