iNFO TV

VIDEO: Korupsi Kredit BSB, Bakal Banyak Yang Tebuang


| Palembang - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan akhirnya memeriksa Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) periode 2013-2019, M Adil.

Pemeriksaan terhadap M Adil ini dilakukan Penyidik Kejati Sumsel di Kejaksaan Agung RI di Jakarta pada hari kamis tanggal 9 September 2021 kemarin.

Dilansir dari infosumsel.id, Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan, pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama Bank Sumsel Babel tersebut terkendala pandemi, karena yang bersangkutan berada di Jakarta.

Karena kasus ini terus berjalan, akhirnya penyidik memutuskan untuk jemput bola dengan melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di Jakarta.

"Penyidik terbang ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi kasus dugaan Korupsi Bank Sumsel. Hal ini dilakukan agar penyidikan kasus ini cepat selesai," ujar Khaidirman.


Ada dua saksi yang diperiksa yakni Rozi A Sabil Mantan Dirut Kepatuhan  Bank Sumsel Babel dan M Adil Mantan Direktur Utama Bank Sumsel Babel. 

Ada 20 pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing dan pemeriksaan dilakukan dari pukul 10.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib.

Pemeriksaan kedua saksi itu dilakukan untuk melengkapi alat bukti penyidikan terkait penetapan dua tersangka kasus dugaan korupsi Kredit Modal Kerja Bank Sumsel Babel tahun 2014 yang merugikan negara 13,9 miliar Rupiah, Aran Haryadi (Pimpinan Divisi Kredit Bank Sumsel Babel) dan tersangka Asri Wisnu Wardana (Pegawai Analis Kredit Menengah Bank Sumsel Babel).

Dimana sebelumnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan juga telah memeriksa tiga saksi tersebut adalah Yuris Legal Divisi Kredit Bank Sumsel Babel, Yusman, Penyelia Legal dan Admistrasi Kredit Bank Sumsel Babel, Umi Kalsum dan Chief Executive Officer PT Rekayasa Industri, M Ali Suharsono.

Tidak hanya itu, belum lama ini juga dilakukan pemanggilan lima orang saksi lain, yakni Ali Suharsono, Direktur PT Rekayasa Industri, Yuslimi Azmi Natalie, Bendahara Keuangan PT Rekayasa Industri tahun 2014, Heru Budi Prasetyo Proyek Koordinator PT Rekayasa Industri, Nendroyogi Hadiputro, Manager keuangan PT Rekayasa Industri 2014 dan Redy Ferryanto Wara Herini, Kepala Proyek PT Rekayasa Dalam Pekerjaan Proyek Pabrik PUSRI 2 B tahun 2014.

Khaidirman mengatakan, akan ada saksi lagi diperiksa guna melengkapi alat bukti agar kasus ini dapat segera di limpahkan ke Pengadilan.

Editor: Raden Mohd Solehin