SUMSEL 24

Dibawa ke Tempat Sepi, Ida Dibegal

Petugas mendatangi TKP. Foto dokumentasi Polrestabes Palembang, Selasa (14/9/2021).(Foto: Pahmi/infosumsel.ID)
Petugas mendatangi TKP. Foto dokumentasi Polrestabes Palembang, Selasa (14/9/2021).(Foto: Pahmi/infosumsel.ID)

| Palembang - Usai mengunjungi rumah temannya, Ida (43) warga Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang dibegal empat orang laki-laki di Jalan Parameswara, Kelurahan Bukit Baru, Sabtu (11/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut korban yang diketahui berprofesi sebagai karyawan di sebuah laundry di Palembang tersebut, kehilangan sepeda motor Honda Genio nopol BG 2040 ACU dan sejumlah dokumen penting yang berada di dalam motor.

"Awalnya saya melintas di tempat kejadian perkara (TKP), hendak pulang ke rumah usai mengunjungi teman saya di Jalan Kemang Manis," ujarnya, Selasa (14/9).

Tiba-tiba empat orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor menghadang korban namun seolah olah korban yang menabrak.

"Saya dari lampu merah menuju ke rumah lewat Jembatan Musi II, tiba-tiba ada satu motor yang menghalangi saya. Jadi seolah membuat posisi motor saya menabrak dia," katanya.


Pelaku kemudian mekaki-maki korban dengan modus karena motor pelaku seolah-solah ditabrak korban.

Setelah itu salah satu pelaku turun dari motornya dan duduk di belakang motor korban sambil menodongkan pisau ke pinggang korban.

Lantaran kaget korban yang diancam menuruti kemauan pelaku agar melanjutkan perjalanan.

Setelah itu korban dibawa para pelaku ketempat sepi di kawasan KM12 sebelum perumahan Citra Grand City.

"Diperjalanan saya mengatakan kepada pelaku, silahkan kalau mau ambil motor tapi jangan dilukai saya. Tapi dia tidak menghiraukan justru mengancam dan tetap suruh saya jalan dan akrinya pelaku mengambil motor saya dan saya ditinggalkan di jalanan," ungkapnya.

Sementara, Kasi Humas Kompol Abu Dani membenarkan adanya laporan korban.

"Laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.

 

 

 

Editor: Intan Sriwidari