NASIONAL

Kejiwaan Dokter Campur Makanan ke Sperma Akan Diperiksa

Resource Center untuk Keadilan Jender dan HAM (LRCKJHAM) sudah melaporkan kasus pelecehan seksual terhadap istri seorang dokter kepada Ditreskrimum Polda Jateng pada Maret 2021 lalu. (foto : Okezone)
Resource Center untuk Keadilan Jender dan HAM (LRCKJHAM) sudah melaporkan kasus pelecehan seksual terhadap istri seorang dokter kepada Ditreskrimum Polda Jateng pada Maret 2021 lalu. (foto : Okezone)

I Jakarta - Resource Center untuk Keadilan Jender dan HAM (LRCKJHAM) sudah melaporkan kasus pelecehan seksual terhadap istri seorang dokter kepada Ditreskrimum Polda Jateng pada Maret 2021 lalu.

Pelaku yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah universitas di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) itu diduga telah mencampurkan sperma miliknya ke dalam makanan yang dikonsumsi korbannya. Rekaman video pelaku yang sedang mencampur sperma ke makanan korban juga diberikan ke polisi.

“Saat ini kasusnya masih berjalan. Dari Polda Jateng juga sudah melimpahkan kasusnya ke Kejaksaan Tinggi Jateng. Namun dikembalikan dua kali, karena jaksa meminta pelaku diperiksa kejiwaannya,” ujar legal LRCKJHAM, Nia Lishayati, Senin (13/9/2021).

Menurut Nia, alasan jaksa sangat tidak logis. Ia menilai pelaku tidak memiliki kelainan jiwa sehingga harus menjalani pemeriksaan kejiwaan karena melakukan pelecehan seksual tersebut.

“Pelaku itu seorang dokter, bahkan sudah berpraktik. Secara logika, dia sadar dengan perbuatannya. Jadi tidak perlu diperiksa kejiwaan dan harus diproses secara hukum,” tegasnya.


Nia menilai pelaku telah melanggar Rekomendasi Umum PBB No. 19 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan. Ia juga meminta pelaku dijerat Pasal 281 KUHPidana, karena melanggar kesusilaan dengan ancaman hukuman dua tahun 8 bulan. 

“Pelaku juga telah melanggar sumpah profesinya, yakni Sumpah Dokter,” tutupnya.

Editor: Beni Martha Daya