SUMSEL RAYA

Narkoba Sudah ke Pelosok Desa, Cik Ujang : Kades Jangan Diam

Bupati Lahat Cik Ujang SH mengakui peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) di Kabupaten Lahat sudah merambah hingga ke desa-desa. (Foto : Ismail/infosumsel.id)
Bupati Lahat Cik Ujang SH mengakui peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) di Kabupaten Lahat sudah merambah hingga ke desa-desa. (Foto : Ismail/infosumsel.id)

| Lahat - Bupati Lahat Cik Ujang SH mengakui peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) di Kabupaten Lahat sudah merambah hingga ke desa-desa. Untuk itu, ia meminta kejasama semua unsur baik kepolisian hingga masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di Kabpuaten Lahat.

"Memang saya sudah menerima laporannya sudah sampai kedesa, tentunya ini harus menjadi tugas kita semua mengingatkan dan menegaskan kepada anak muda untuk tidak menggunakan maupun menjual," ungkap Cik Ujang saat konfrensi pers usai pemusnahan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht) di Kejaksaan Negeri Lahat, Rabu (15/9). 

Cik Ujang sendiri mengibaratkan dengan kalimat ‘Sudah tahu itu bara api, kenapa masih dipegang’, artinya jika narkoba itu sama halnya seperti api yang panas tidak usah di pakai apa lagi dijual. 

"Peran Camat dan kepala desa sangatlah penting memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di desa bahayanya narkoba itu sendiri," katanya. 

Bahkan disampaikan Cik Ujang, beberapa pekan lalu sudah ditemukan ladang ganja di areal perbukitan Kecamatan Tanjung Sakti namun masih dalam proses pemeriksaan oleh Polres Lahat. 


"Saya himbau kepada camat dan kades pantau bila perlu basmi narkoba," ujarnya. 

Kendati demikian ditambahkan Cik Ujang, Kabupaten Lahat sampai saat ini memang belum ada keberadaan Badan Narkotika Nasional (BNN) dikarenakan kendala moratorium. 

"Karena memang sudah moratorium sehingga itulah yang belum bisa terbentuk," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat Fithrah SH mengatakan, dalam pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap dominan Narkotika mulai dari Januari sampai September 2021.

"Perlu keseriusan dari pimpinan daerah agar dicari pola dan solusi agar pemuda tidak terjerat narkotika," katanya. 

Editor: Jon Morino