SUMSEL RAYA

Kasus Narkoba Dominasi Kejahatan di Lahat

Kasus narkotika masih mendominasi di Kabupaten Lahat bahkan terjadi saat ini pola peredarannya sudah sampai ke pelosok desa di Kabupaten Lahat. (Foto : Ismail/infosumsel.id)
Kasus narkotika masih mendominasi di Kabupaten Lahat bahkan terjadi saat ini pola peredarannya sudah sampai ke pelosok desa di Kabupaten Lahat. (Foto : Ismail/infosumsel.id)

| Lahat - Kasus narkotika masih mendominasi di Kabupaten Lahat bahkan terjadi saat ini pola peredarannya sudah sampai ke pelosok desa di Kabupaten Lahat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat Fithrah SH kepada wartawan menuturkan, permusnahan barang bukti rampasan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) kali ini semestinya diadakan pada Juli lalu namun dikarenakan pandemi Covid-19 masih tinggi sehingga diadakan pada September ini. 

"Alhamdulillah September ini kita berada di level 2 sehingga bisa kita musnahkan barang bukti tindak pidana umum dari Januari sampai September 2021," ungkapnya, Rabu (15/9). 

Kajari merinci, sebanyak 68 perkara narkotika dari Januari hingga September dengan rincian ganja seberat 638,249, sabu 92,602 gram, MDMA (ekstasi) 8 8utir berat 3,191 gram serta pecahan tablet seberat 1,458 gram. 

Sedangkan tindak pidana orang dan harta benda hanya 39 perkara yakni sembilan (9) bilah senjata tajam serta lainnya seperti baju, celana dan tas. Untuk tindak pidana keamanan negara ketertiban umum dan TPUL sebanyak 6 perkara terdiri dari 


2 pucuk senjata api jenis revolper beserta peluru 11 butir peluru aktif yang diserahkan ke Denpal Lahat dan 48 botol miras tindak pidana ringin (Tipiring). 

"Semua barang itu kita musnahkan hari ini (Rabu) disaksikan semua dari Polres, Pengadilan Negeri, Pemerintahan dan Lapas," ujarnya. 

Namun dikatakan Fithrah, yang masih mendominasi kasus narkoba bahkan menurut Fithrah, dari kasus Narkotika yang ditangani Kejari Lahat polanya saat ini pengedar yang mengkonsumsi. 

"Artinya kasus narkoba yang terjadi bukan pemakai baru, dikhawatirkan yang jadi persoalan nanti di Lapas karena sudah ada contoh seperti di Lapas Tangerang," kata Fitrhah. 

Ditambahkan Fithrah, ada juga barang bukti minuman Miras, barang bukti tersebut merupakan tindak pidana ringin (Tipiring) hasil dari Pol PP kabupaten Lahat. 

Sementara itu, Bupati Lahat Cik Ujang SH mengakui selama dirinya menjabat menjadi Bupati sudah ketiga kalinya memusnahkan barang bukti di Halaman Kejaksaan Negeri. 

"Memang perlu kerja sama dari lini memberantas narkoba disinilah peran camat dan kades memerangai narkoba," katanya. 

Editor: Jon Morino