SUMSEL 24

Sempat DPO, Pelaku Begal Ditangkap Polisi

Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang kembali mengamankan satu pelaku pembegalan terhadap pelajar inisial MH, di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kecamatan Bukit Kecil, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul 06.15 WIB. (Foto : Pahmi Ramadhan/infosumse
Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang kembali mengamankan satu pelaku pembegalan terhadap pelajar inisial MH, di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kecamatan Bukit Kecil, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul 06.15 WIB. (Foto : Pahmi Ramadhan/infosumse

| Palembang - Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang kembali mengamankan satu pelaku pembegalan terhadap pelajar inisial MH, di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kecamatan Bukit Kecil, Minggu (18/4/2021) sekitar pukul 06.15 WIB.

Sebelumnya Unit Ranmor telah mengamankan Mgs Muhammad Faturrahman (20). Diketahui pelaku yakni Ilham (22) warga Jalan Depaten Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang. Pelaku diamankan di kediamannya tanpa perlawanan pada, Selasa (14/9/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi menjelaskan, pelaku Ilham diamankan berkat pengembangan yang dilakukan terhadap pelaku Mgs Muhammad Faturrahman.

"Tidak hanya mengamankan pelaku namun anggota kita turut mengamankan barang bukti dari pelaku Faturrahman yakni satu unit ponsel berikut kotak, dan satu dompet berisi kartu ATM atas nama Alfriyana Subakja," ujarnya, Rabu (15/9/2021).

Lanjut Kompol Tri mengungkapkan, kejadian bermula saat korban dan temannya ingin pulang dengan mengendarai sepeda motor setelah selesai nongkrong di TKP, tiba-tiba korban dihadang dan langsung dipukul oleh pelaku hingga korban dan temannya terjatuh.


Tidak hanya memukul korban namun salah satu pelaku langsung mengeluarkan celurit dan mengancam korban, lalu pelaku lainnya mengambil ponsel milik korban dan dompet teman korban. 

"Atas ulahnya pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancamannya, pidana penjara paling lama 12 tahun," tutupnya.

Editor: Jon Morino