SUMSEL RAYA

Guru Honorer di Muba Keluhkan Pelaksanaan Tes PPPK

Guru honorer tergabung di Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35+ di Musi Banyuasin (Muba) keluhkan pelaksanaan Tes PPPK. (Foto : Ilustrasi/IG
Guru honorer tergabung di Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35+ di Musi Banyuasin (Muba) keluhkan pelaksanaan Tes PPPK. (Foto : Ilustrasi/IG

I Muba - Guru honorer tergabung di Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35+ di Musi Banyuasin (Muba) keluhkan pelaksanaan Tes PPPK. Pihaknya berencana mengajukan surat terbuka dan keluhan kepada Menteri Pendidikan Nadiem Makarim atas proses seleksi PPPK Guru.

Ketua GTKHNK 35+ Wartini Sukaisih SPdSD menuturkan keluhan pertama soal passinggrade (PG) untuk kompetensi terlalu tinggi. “Harus diturunkan minimal 50 persen plus 1 menjadi 251, bukan 320,” tukasnya.

Kemudian pemberian afirmasi untuk kawan-kawan honorer yang sudah lama mengabdi dan usianya sudah tua serta sudah masuk Dapodik agar untuk disamakan afirmasinya yaitu dengan guru-guru kategori 2 yang diatas 35 tahun. Lalu sesuai ketentuan pusat mulai tahun 2022 masing-masing daerah sudah tidak boleh lagi mengalokasikan gaji guru PTT.

“Maka tahun ini semua yang ikut seleksi bisa diprioritaskan diangkat menjadi ASN PPPK,” cetusnya.

Walaupun ada seleksi lanjutan, namun pihaknya menilai peluang rekan-rekannya sangat minim untuk lolos. Karenanya perlu dilakukan evaluasi terhadap soal-soal kompetensi teknis karena terlalu sulit. Kriteria soal yang baik adalah persentase yang lulus tentunya lebih besar dari yang tidak lulus.


“Regulasi ini masih memberatkan para honorer. Terutama kami yg berusia 35 tahun ke atas, Pemkab Muba sudah mendukung para honorer sepenuhnya dg membuktikan memberikan rekomendasi yg di kirimkan pada pemerintah pusat utk mengangkat honorer tanpa tes,” katanya.

Sayangnya kata dia pemerintah pusat tidak tergerak hatinya sama sekali. “Kita lihat berapa persen kawan-kawan kita yang bisa lulus se Indonesia. Kalau belum mencapai 95 persen yang lulus, kami siap turun ke jalan,” pungkasnya.

Editor: Beni Martha Daya