SUMSEL RAYA

Intip Harta Kekayaan Alex Noerdin

Melansir dari situs Laporan Harta Kekayaan Pejabat (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jumlah harta kekayaan Alex sebanyak Rp28,029 miliar pada 2020. (Foto : IG Alex Noerdin)
Melansir dari situs Laporan Harta Kekayaan Pejabat (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jumlah harta kekayaan Alex sebanyak Rp28,029 miliar pada 2020. (Foto : IG Alex Noerdin)

| Palembang - Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin periode 2013-2018 ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung selama 20 hari di Rutan Kelas 1 Cipinang Cabang Rutan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan.

Melansir dari situs Laporan Harta Kekayaan Pejabat (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jumlah harta kekayaan Alex sebanyak Rp28,029 miliar pada 2020. 

Harta kekayaan gubernur Sumsel dua periode itu meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 20,5 miliar yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kota Palembang dan Tangerang Selatan. Kemudian alat transportasi sebanyak dua unit mobil jenis toyota kijang tahun 1994 senilai Rp 30 juta dan mobil VW Caravelle minibus tahun 2001 senilai Rp 135 juta, dengan total nilai kendaraan yakni Rp 165 juta. Untuk harta bergerak sebanyak Rp 6,7 miliar dan kas berjumlah Rp 575 juta.

Sementara pada tahun 2019, jumlah harta kekayaan Alex yang dilaporkan mencapai Rp 28,1 miliar. Meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 20,2 miliar, alat transportasi Rp 165 juta harta bergerak RP 7,2 miliar dan kas Rp 575 juta.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pembelian gas bumi oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019. 


Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejak Kamis (16/9/2021) pagi. 

"Tim penyidik meningkatkan status tersangka AN," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam konferensi pers, Kamis.

Editor: Beni Martha Daya