SUMSEL 24

Bermodalkan Paku, Dua Resedivis Bobol Toko Ditangkap

Dua pelaku diamankan di Polsek IT I Palembang, Jumat (17/9/2021). 
(Foto: Pahmi Ramadan/infosumsel.ID)
Dua pelaku diamankan di Polsek IT I Palembang, Jumat (17/9/2021). (Foto: Pahmi Ramadan/infosumsel.ID)

| Palembang - Bermodalkan paku, resedivis pembobolan toko bernama Andrea Rizki Areda alias Gerandong (36) warga Jalan Ki Gede Ing Suro, Kecamatan Ilir Barat (IB) I ditangkap Polsek Ilir Timur Palembang.

Aksi terakhir pelaku terjadi di toko sumber buana diesel di Jalan Masjid Lama, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Jumat (10/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam melancarkan aksinya pelaku mengasak receiver CCTV hingga mengambil DVR CCTV di toko tersebut, namun hal tersebut tetap sia-sia karena anggota Polsek IT I Palembang berhasil mengendus aksi kejahatannya.

Atas ulahnya Andrea ditangkap bersama  rekannya Husnaini (35), namun saat akan ditangkap pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas karena mencoba melarikan diri dari petugas meski sudah diberikan tembakan peringatan, Kamis (17/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek IT I, AKP Ginanjar Aliya Sukmana didampingi Kanit Reskrim, Iptu Ghofur Asyari menuturkan, tertangkapnya pelaku atas laporan korban Harrianto yang tokonya dibobol dan kehilangan satu unit ponsel merek Oppo A3S, dua unit laptop, tiga unit baling kipas ketek, dan uang tunai Rp 1,1 juta.


"Berdasarkan laporan korban kita langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku," ujarnya Jumat (17/9).

Lanjut AKP Ginanjar mengatakan, modus pelaku dalam menjelankan aksinya yaitu dengan memanjat dari depan toko, kemudian naik ke lantai II dan mencongkel jendela kaca dengan menggunakan sebuah paku.

"Dari keterangan pelaku, setelah berada di dalam kedua pelaku mengambil uang di meja kasir Rp1,1 juta, ponsel, DVR CCTV, dua unit laptop, dan tiga unit baling-baling kipas ketek," bebernya.

Setelah selesai melaukan aksi dan mengambil barang-barang di toko tersebut, pelaku kemudian mencabut receiver CCTV hingga mengambil DVR CCTV untuk menghilangkan jejaknya.

"Dari pengakuannya bahwa Andrea bertugas  sebagai eksekutor, sedangkan pelaku Husnaini memantau situasi kondisi sekitar," ungkapnya.

Diketahui pelaku sudah dua kali masuk penjara ini sudah melakukan aksinya sebanyak delapan kali.

Atas ulahnya pelaku diancam dengan pasal 363 ayat (1) huruf 4e KUHP.

Ditanyai mengenai aksinya Husnaini berdalih tidak mengetahui kalau akan diajak pelaku Andrea untuk melakukan aksi tersebut.

"Dia (Andrea) mengajak saya untuk barangan pergi kepasar tapi tidak tahunya dia melakukan aksi itu dan saya mendapatkan uang Rp 300 ribu dari dia untuk kebutuhan anak saya," tutupnya.

 

 

Editor: Intan Sriwidari