SUMSEL 24

Oknum Guru di Banyuasin Perkosa Muridnya

Oknum guru honorer di Banyuasin bernama Iman Karomen ditangkap polisi usai memperkosa seorang anak muridnya, L (13), dan mencabuli dua murid lainnya. (foto : Ilustrasi)
Oknum guru honorer di Banyuasin bernama Iman Karomen ditangkap polisi usai memperkosa seorang anak muridnya, L (13), dan mencabuli dua murid lainnya. (foto : Ilustrasi)

I Banyuasin - Oknum guru honorer di Banyuasin bernama Iman Karomen ditangkap polisi usai memperkosa seorang anak muridnya, L (13), dan mencabuli dua murid lainnya.

“Iya sudah ditangkap, korbannya ada tiga,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Ikang Ade, Jumat (17/9/2021).

Aksi pemerkosaan yang dilakukan Imam terjadi di sebuah perpustakaan sekolah dimana ia bekerja. Peristiwa itu, kata Ikang, terjadi pada Juni 2019 lalu di sebuah Sekolah Dasar Negeri, kawasan Kecamatan Makarti Jaya, Banyuasin.

“Tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak yang dilakukan pelaku terhadap korban L terjadi di dalam ruangan Perpustakaan SD Negeri di Makarti Jaya, pada Juni 2019 lalu,” kata Ikang.

Dari laporan itu, polisi menyelediki kebenaran informasi tersebut dan memeriksa sejumlah barang bukti. Termasuk memeriksa saksi-saksi dan dua korban cabul lainnya.


“Setelah menemui titik terang, anggota gabungan reskrim Polres dan Polsek Makarti Jaya kemudian berangkat menuju ke tempat persembunyian pelaku di kediamannya, Kecamatan Air Saleh, Banyuasin, dengan naik speedboat,” katanya.

Sesampainya di kediamannya pelaku, polisi pun menangkap pelaku tanpa perlawanan. Saat di interogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya.

“Karena penangkapan sore hari, pelaku kita titipkan sementara di tahanan Polsek. Pagi ini, pelaku sudah berada di Mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangannya, pelaku juga mengakui perbuatannya,” kata Ikang.

Modus pelaku, sambungnya, dengan memaksa korban kembali datang ke sekolah setelah jam belajar-mengajar selesai, dengan alasan membantu mengkoreksi pelajaran. Motif pelaku, menurutnya, karena tak kuat melihat kemolekan tubuh korban yang aduhai.

“Modusnya pelaku ini menyuruh korban datang kembali ke sekolah setelah jam sekolah selesai dengan alasan berpura-pura meminta kepada korban untuk membantu mengoreksi soal pelajaran. Dia mengaku nekat menyetubuhi korban karena tergiur melihat tubuh korban,” jelas Kasat.

Pelaku kini ditahan dan dikenakan ancaman hukuman tentang Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Jo 76D dan atau 82 Jo 76E UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Editor: Beni Martha Daya