SUMSEL RAYA

Air Sungai Musi Keruh, Warga Empat Lawang Mulai Kesulitan Air Bersih

eski wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) sudah memasuki musim penghujan, namun tidak sedikit warga Empat Lawang yang kesulitan air bersih. (Foto : Mutaqien Alfarisi/infosumsel.id)
eski wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) sudah memasuki musim penghujan, namun tidak sedikit warga Empat Lawang yang kesulitan air bersih. (Foto : Mutaqien Alfarisi/infosumsel.id)

| Empat Lawang – Meski wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) sudah memasuki musim penghujan, namun tidak sedikit warga Empat Lawang yang kesulitan air bersih. Kondisi ini bahkan melanda sejumlah warga di daerah pingiran air sungai (DAS).

Berkurangnya debit aliran Sungai Musi sehingga terjadi pendangkalan aliran sungai, membuat tepian aliran Sungai Musi menjadi kotor dengan tumpukan sampah.

Pantauan di lapangan,  sebagian warga DAS di kecamatan Talang Padang tepatnya di Desa Padang Titirian dan Desa Karang Are, masyarakatnya masih mengunakan air Musi sebagai kebutuhan sehari hari. Kendati disisi lain air sunggai pengunungan yang telah dibangun pemerintah yakni sarana air bersih sudah ada.

Jarwa (30) warga Desa Padang Titiran mengakui, sejak dua bulan terakhir ini sumur tradisional miliknya mengalami kekeringan. Sehingga untuk memenui kebutuhan sehari hari beralih ke Sunggai Musi dan sanitasi air yang telah dibangun pemerintah kabupaten di bak penampungan.

Kesulitan air bersih ini cukup memprihatinkan meskipun dari penelitian Sunggai Musi dan air sanitasi masih layak dikonsumsi. Namun dengan kondisi yang kotor, masyarakat khawatir menfaatkan air sunggai tersebut.


“Inilah kondisinya sejak dua bulan terakhir ini kami mengunakan sunggai untuk memenuhui kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Senada dikatakan Rozi (42) yang juga warga setempat, jika kondisi warga DAS mengalami kesulitan air bersih, apalagi kami yang berada di wilayah kekurangan air bersih, tentu pelarian untuk memenuhi kebutuhan MCK kesungai musi. Walaupun kondisi sunggai musi tidak seperti dahulu lagi, namun kami yakin sungai musi masih layak di konsumsi dan digunakan.

”Kami harap ada penelitian dari pemerintah, dan selanjutnya di informasikan kepada masyarakat kondisi sunggai musi saat ini, terutama di bidang kebersihan dan kesehatannya, agar masyarakat yakin mengunakan sunggai musi ini,” ujarnya. 


Video Terkait:
Video : Sange, Remaja Asal Empat Lawang Cabuli Bocah 2 Tahun
Editor: Jon Morino