EKONOMI

Merger Indosat-Tri, Kominfo Belum Terima Laporan Resmi

Rencana Merger Indosat Ooredo dan Hutchison 3 Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akui belum menerima informasi secara resmi terkait hal tersebut. (foto : IG indosat Ooredo)
Rencana Merger Indosat Ooredo dan Hutchison 3 Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akui belum menerima informasi secara resmi terkait hal tersebut. (foto : IG indosat Ooredo)

I Jakarta - Rencana Merger Indosat Ooredo dan Hutchison 3 Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akui belum menerima informasi secara resmi terkait hal tersebut. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi yang mengatakan hingga saat ini belum menerima pemberitahuan resmi soal pembagian frekuensi usai kedua perusahaan itu merger.

"Sampai saat ini, Kementerian Kominfo belum menerima pemberitahuan resmi dari kedua operator seluler tersebut, termasuk mengenai pembagian frekuensi," ujar Dedy, Selasa (21/9/2021).

Lebih lanjut Dedy menyatakan Kemenkominfo selaku regulator akan melakukan tindak lanjut langkah dari kedua korporasi itu sesuai payung hukum yang sudah disahkan.

"Pada prinsipnya, Kementerian Kominfo akan melakukan tindak lanjut terhadap langkah korporasi tersebut sesuai peraturan perundang-undangan," ucapnya.

Indosat Ooredo dan Hutchison 3 Indonesia menggabungkan bisnis (merger) pada 16 September. Dengan begitu nama perusahaan hasil merger akan diberi nama PT Indosat Oredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).


Managing Director of Ooredoo Group, Aziz Aluthman Fakhroo, mengatakan penggabungan bisnis dilakukan agar dapat saling melengkapi dan menciptakan perusahaan telekomunikasi digital yang lebih kuat.

Merger dua perusahaan disebut akan membuat Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Manajemen memperkirakan pendapatan perusahaan tembus US$3 miliar per tahun.

Selain itu Senior Vice President Corporate Communications Indosat Ooredoo, Steve Saerang, mengatakan penggabungan bisnis disebut bakal memperluas jangkauan jaringan dan meningkatkan kecepatan internet.

"Pelanggan akan mendapatkan keuntungan dari perluasan jangkauan jaringan setelah proses penggabungan dan integrasi aset jaringan yang saling melengkapi dari kedua perusahaan selesai," ujar Steve.

Editor: Beni Martha Daya