SUMSEL RAYA

Terdakwa Korupsi Dana BOS SMAN 13 Palembang, Jalani Sidang Perdana

Terdakwa kasus dugaan korupsi penyelewangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 13 Palembang tahun anggaran 2017-2018 dengan terdakwan Zainap mantap Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang jalani sidang perdana. (Foto : Istimewa)
Terdakwa kasus dugaan korupsi penyelewangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 13 Palembang tahun anggaran 2017-2018 dengan terdakwan Zainap mantap Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang jalani sidang perdana. (Foto : Istimewa)

I Palembang - Terdakwa kasus dugaan korupsi penyelewangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 13 Palembang tahun anggaran 2017-2018 dengan terdakwan Zainap mantap Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang jalani sidang perdana. Terdakwa yang menggunakan rompi orange ini dihadirkan langsung Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadapan majelis Hakim Tipikor yang diketuai Hakim Sahlan Effendi, SH MH.

Pada dakwaanya JPU Pidsus Kejari Palembang Hendy Tanjung, SH, menyebutkan modus dugaan penyelewengan dana BOS SMA Negeri 13 Palembang yang dilakukan terdakwa di antaranya yakni dengan cara memanipulasi laporan dana BOS tahun anggaran 2017-2018 senilai Rp3 miliar.

“Adapun hasil audit kerugian negara dari total anggaran tersenut yakni senilai Rp254 juta digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi,” kata Hendy saat membacakan dakwaan, Selasa (21/9/2021)

Selain itu, lanjut Hendy, patut diduga juga terdakwa mengambil fee sebesar sepuluh persen dari penerbit dalam rangka pembelian buku siswa. Untuk itu, sebagaimana dakwaan yang dibacakan, terdakwa Zainab dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 undang-undang korupsi juncto pasal 18 undang-undang korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Diwawancarai usai sidang, Kasi Pidsus Kejari Palembang melalui JPU Hendy Tanjung, SH, mengatakan terdakwa sebagaimana sikap majelis hakim untuk sementara tidak dilakukan penahanan.


“Majelis hakim akan melihat perkembangan persidangan apakah nantinya layak atau tidak untuk dilakukan penahanan selama proses persidangan, kata hakim tadi juga bilang apabila nanti terbukti bersalah akan dilakukan penahanan juga,” tuturnya.

Diketahui terdakwa Zainab yang saat ini tidak dilakukan penahanan dan hanya tahanan kota.

Editor: Beni Martha Daya