SUMSEL 24

Mantan Kepsek SMAN 13 Palembang, Bantah Ambil Dana Bos

Terdakwa Oknum mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang, Dra Zainab membantah jika mengambil uang dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan II. (foto : Istimewa)
Terdakwa Oknum mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang, Dra Zainab membantah jika mengambil uang dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan II. (foto : Istimewa)

I Palembang - Terdakwa Oknum mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang, Dra Zainab membantah jika mengambil uang dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan II. Hal tersebut diungkapkannya saat sidang lanjutan dugaan korupsi penyelewengan dana BOS di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (29/9/2021).

Dalam sidang lanjutan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang menghadirkan delapan orang saksi yakni Kedelapan tersebut diketahui yakni Kabid SMA Diknas Sumsel Bonny Syafrian serta dari pihak SMA N 13 yakni Nelly Sukmawati, Nisrauli, Nelly Susilawati, Samson, Chindy Chintya, Khoiriah, Piryanti.

Dalam keterangannya, saksi Nelly, bendahara dana BOS SMAN 13 Palembang mengatakan jika selama 2 tahun setidaknya ada uang sebesar kurang lebih Rp100 juta yang pihak sekolah terima dari fee pembelian buku dari penerbit.

“Uang tersebut saya berikan kepada Kepala Sekolah (terdakwa Zainab),” ujar Nelly.

Selain itu, saksi Nelly juga mengakui bahwa kwitansi anggaran dana BOS untuk pembangunan sarana dan prasarana SMAN 13 berdasarkan laporan juga di-mark up terdakwa dan turut menerima uang sekitar Rp2 juta sebagai honor dari terdakwa, di luar dari gaji bendahara.


Senada dengan saksi Nelly, saksi Samson mengatakan jika dirinya diminta untuk menaikkan harga bahan material bangunan untuk sekolah oleh terdakwa Zainab.

“Saat itu kepala sekolah meminta saya untuk menaikkan (mark up) harga bahan bagunan yang dibeli di toko material. Setelah harga di-mark up saya berikan kwitansi atau nota-nota belanja itu ke bendahara,” jelas saksi Samson.

Sementara itu dalam persidangan terdakwa Zainab membantah jika mengambil uang dari dana BOS triwulan I dan II.

“Saya tidak mengambil uang BOS itu pak hakim. Saya hanya meminta uang pribadi saya saja yang dipakai untuk keperluan sekolah,” ujar terdakwa Zainab dalam sidang.

Terdakwa menjelaskan bahwasanya saat dirinya mejabat sebagai Kepala Sekolah kondisi keuangan kas sekolah sempat mengalami kekosongan.

Guna mensiasati kekosongan kas tersebut, terdakwa mengaku mengunakan uang pribadinya dulu, yang setelah dana BOS cair dimintanyalah pada bendara untuk mengembalikan uang pribadinya tersebut.


Video Terkait:
Video : Kepala Sekolah SMA Negeri 13 Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
Editor: Beni Martha Daya