SUMSEL RAYA

Pembayaran Macet, Mitra DHD Rugi Ratusan Juta

Mustafa mengaku ikut berinvestasi karena keuntungan yang ditawarkan sangat besar kepada seluruh mitra. (Foto : istimewa/infosumsel.id)
Mustafa mengaku ikut berinvestasi karena keuntungan yang ditawarkan sangat besar kepada seluruh mitra. (Foto : istimewa/infosumsel.id)

| Palembang - Salah satu mitra Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia yang beralamat di Jalan Residen H Amaluddin, Kelurahan Sukamaju Palembang H Mustafa asal Kabupaten OKI berinvestasi di kolam ternak lele organik Rp 5,8 miliar dengan menjual kebun sawit di Bangka Belitung.

Mustafa mengaku ikut berinvestasi karena keuntungan yang ditawarkan sangat besar kepada seluruh mitra.

"Saya sampai jual kebun sawit untuk ikut DHD ini, nilai uangnya mencapai Rp 5,8 miliar,"kata Mustafa saat mendatangi kantor DHD.

Ia menanamkan investasi pertama kolam  sebanyak 500 kolam, 1 kolam uang yang harus disetor kepada DHD Rp 10 juta.

"Kolam ini ada atas nama pribadi maupun ada atas nama keluarga besar,"ujar Mustafa.


Ia mengaku masuk DHD sejak bulan februari tahun 2021,pencairan berjalan dengan lancar sejak April-Juni tahun ini namun awal Juli hingga sekarang pencairan macet.

Pencairan 1 kolam Rp 960 ribu per periode, 1 periode itu 40 hari."Karena keuangan DHD lagi tidak baik, maka saya tidak mesti dibayar Rp 900 ribu namun Rp 200 ribu juga tidak apa-apa," kata Mustafa.

Ia mengaku DHD tidak perlu memberikan Rp 960 ribu per periode namun cukup dengan Rp 200 ribu, uang tersebut untuk merawat lele yang ada di kolam hingga ternak.

"Kalau tidak ada uang otomatis akan banyak kerugian yang bakal ditanggung," kata Mustafa.

Selama menjadi mitra DHD dengan dua katagori investasi yaitu kolam dan KPSU dirinya baru menerima 2-3 kali pencairan dengan total berkisar Rp 900 juta.

Mitra DHD berinisial JS mengaku telah menanamkan investasi kolam ikan lele organik Rp 10 juta. Uang untuk itu didapatkan dari meminjam uang bank.

"Baru 4 kali cair, jadi masih banyak nian duit kami di DHD,"katanya.

Informasi yang berkembang ada sekitar 11 ribu mitra DHD yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Dengan jumlah kolam ikan lele sekitar 30 ribu.

Sementara itu, Dirut DHD Farm Indonesia Medi Siswanto, mengatakan, pihaknya terus berupaya memberikan yang terbaik untuk mitra. 

Ia berharap semua mitra bersabar, mengingat keuangan DHD Farm Indonesia mengalami penurunan sehingga membuat Keuangan DHD terganggu.

"Keuangan DHD saat ini tidak stabil, karena diduga ada penyelewengan oleh direktur utama terdahulu atas nama Dodi Sulaiman dan direktur keuangan yang lama bernama Irma, dan kami manajemen sudah melaporkan penyelewengan tersebut ke Polda Sumsel pada 1 Oktober 2021,"tukasnya.


Video Terkait:
Polda Bentuk Tim Khusus Tangani Investasi DHD
Editor: Jon Morino