SUMSEL RAYA

Pemko Palembang Selesaikan Pembebasan Lahan Flyover Angkatan 66

88 persil lahan yang terkena proyek pembangunan sudah terbebaskan. (Foto : istimewa/infosumsel.id)
88 persil lahan yang terkena proyek pembangunan sudah terbebaskan. (Foto : istimewa/infosumsel.id)

| Palembang – Rencana Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Sumatera Selatan yang akan melakukan groundbreaking pembangunan flyover Angkatan 66 pada akhir tahun ini sepertinya dapat terlaksana. Pasalanya, 88 persil lahan yang terkena proyek pembangunan sudah terbebaskan.

Terakhir, Pemerintah Kota Palembang telah membayarkan 7 persil lahan sisa yang masuk dalam pembangunan fly over Angkatan 66, Kamis (7/10/2021).

Kepala Dinas PUPR Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan dengan dibayarkannya 7 persil ini maka semua lahan yang masuk dalam tanggungan pemerintah kota Palembang telah dibayarkan.

"Alhamdulilah sisa 7 persil ini sudah kita bayarkan.Artinya sudah 17 persil lahan ini sudah Pemkot lunasi semuanya," ungkap dia.

Kata Bastari, sebanyak 17 persil dengan nilai Rp 16 miliar ini telah dianggarkan tahun ini oleh pemerintah kota Palembang.


"Total kan ada 88 persil, kita pemkot dapat 17 dan pemprov itu sebanyak 71 persil. Dan alhamdulilah baik pemprov dan pemkot telah menyelesaikan ini," tegasnya.

Dengan selesainya pembayaran lahan ini maka tugas pemerintah kota Palembang juga sudah selesai.

"Nah selanjutnya untuk pembangunan itu kembali pada pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Sumsel," ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Kgs Syaiful Anwar mengatakan, pada awal tahun 2022 mendatang pembangunan Fly Over Simpang Angkatan 66 mulai dilakukan pengerjaan.

Sedangkan, untuk proses pelelangan tender akan dilakukan pada bulan November 2021 mendatang.

"Pelelangan tender akan dilakukan bulan November mendatang, sedangkan untuk pengerjaan baru di mulai awal tahun 2022 mendatang. Dengan nilai kontrak pengerjaan Rp 250 Miliar dengan lama pengerjaan akan multiyears 16 bulan,” kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 80 miliar untuk pembangunan Fly Over Simpang Angkatan 66, dari total anggaran sebesar Rp 250 miliar.

“Tidak ada masalah anggaran untuk tahun ini, dan sekarang dana yang sudah dianggarkan sebesar Rp 80 miliar. Panjang Fly Over ini 660 meter dengan lebar tengah 270 meter,”  katanya.

Editor: Jon Morino