SUMSEL RAYA

Gubernur Khawatir Jika Harga Karet Membaik

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat memberikan sambutan Rapat Paripurna dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten OKI ke-76 Tahun 2021 mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat harga karet membaik. (foto : IG Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat memberikan sambutan Rapat Paripurna dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten OKI ke-76 Tahun 2021 mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat harga karet membaik. (foto : IG Humas Pemprov Sumsel)

I Palembang - Membaik harga karet dalam beberapa pekan terakhir menjadi angin positif bagi masyarakat, akan tetapi membaiknya harga karet ini patut diwaspadai oleh masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan membaiknya harga karet saat ini harus dicermati dengan hati-hati, pasalnya hal ini akan berdampak terhadap gaya hidup masyarakat yang berlebihan.
 
“Kita harus hati-hati naiknya harga karet ini, dulu harga karet pernah mencapai harga Rp20.000 perkilogram di 2010, “ kata Deru saat memberikan sambutan Rapat Paripurna dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten OKI ke-76 Tahun 2021 yang disiarkan secara langsung live streaming kominfo OKI, Senin (11/10/2021).

Penyebab naiknya harga karet di tahun 2010 dikarenakan Negara-negara penghasil karet lainnya sedang replanting atau peremajaan karet sehingga kebutuhan karet dunia Indonesia menjadi salah satu negara yang menyuplai komoditas karet. 

“Waktu harganya naik, penyebabnya karena negara-negara penghasilan karet lain sedang replanting atau peremajaan karet jadi ketergantungan terhadap karet kita tinggi saat itu sehingga harga naik. Karena kita jadi dominan penyuplai komoditas karet begitu negara lain sudah menghasilkan getah karet, harga karet sedikit demi sedikit turun puncaknya di 2019 kemarin turun sampai harga Rp5000 perkilogram, “ ujarnya.

Saat harga karet ini turun, membuat masyarakat mengubah lahan karet menjadi tanaman komoditas lainnya seperti porang dan tanaman lainnya. “Sekarang naik lagi harga karet mencapai Rp12.000 perkilogram kita harus hati-hati jangan terlendor seperti dulu, ada Hal yang saya ingatkan ke masyarakat saat harga karet yang mulai membaik ini .” ungkapnya.


Deru mengingatkan ke masyarakat, disaat harga karet saat ini membaik yang harus diwaspadai yakni hasrat konsumtif dari masyarakat itu sendiri yang timbul dan berlebihan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Dulunya harga karet Rp5000 perkilogram masyarakat masih bisa bertahan sekarang harga Rp12.000 berarti ada sisa Rp7000 mendingan di tabung ketimbang untuk mememuhi hasrat konsumtif yang berlebihan yang akan mengancam masyarakat saat harga karet turun lagi, " ujarnya.

Membaiknya harga karet  saat ini, Lanjut Deru karena negara penghasilan karet lainnya sedang lockdown. “Malaysia, Vietnam dan Thailand Lockdown jadi tidak memproduksi karetnya, jadi naiknya harga karet ini tidak permanen, jadi kita harus tetap mewaspadai ini,” tutupnya.

Editor: Beni Martha Daya