SUMSEL 24

Ditinggal ke Kebun, Paman Rudakpaksa Keponakan Berulang Kali

Aksi pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi, kali ini korbannya seorang perempuan yang masih duduk dibangku Sekolah Sasar (SD) kelas 2. (Foto : ilustrasi/infosumsel.id)
Aksi pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi, kali ini korbannya seorang perempuan yang masih duduk dibangku Sekolah Sasar (SD) kelas 2. (Foto : ilustrasi/infosumsel.id)

| Palembang - Aksi pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi, kali ini korbannya seorang perempuan yang masih duduk dibangku Sekolah Sasar (SD) kelas 2. Korban diduga menjadi korban nafsu bejat paman dari ayahnya sendiri.

Hingga kejadian tersebut diketahui, saat korban mengadu kepada ibunya hingga perbuatan keji tersebut terbongkar dan kemudian melapor ke SPKT Polda Sumsel, Senin (11/10) sore.

Dalam laporan yang dibuat ibu korban, kejadian rudapaksa tersebut sudah berulang kali. Terakhir diketahui pada pertengahan September 2021 lalu.

Bermula saat korban menangis kemudian ibunya bertanya, lalu korban menjawab sudah dirudapaksa oleh pamannya. Diketahui korban bersama ibu dan terlapor tinggal satu rumah.

"Pada saat itu ibunya baru pulang dari kebun karet kemudian korban mengaku telah dirudapaksa oleh terlapor dan sudah beberapa kali seperti itu. Saat ditanya oleh ibunya mengapa, korban dengan polos mengaku sudah dicabuli oleh pamannya," ujar RN, salah seorang kerabat korban saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (12/10).  


RN mengungkapkan, beberapa hari setelah kejadian pada Senin (4/10) lalu korban dibawa ke Puskesmas.

"Perawat dan dokter mendapati sobekan dan peradangan pada kemaluan korban. Ibu korban emosi dan langsung mencari pelaku yang merupakan adik kandung suaminya itu," ungkap RN.

Kejadian tersebut juga didengar warga kampung sehingga menyebar luas. Warga yang kesal langsung mencari terlapor dan sempat menghakiminya.

“Warga yang mengetahui kesal dan mencari terlapor hingga terlapor langsung dimasa. Sempat diamankan di rumah Ketua RT, tetapi terlapor tidak mengaku dan kemudian diamankan oleh Kades,” ungkap RN.

Atas kejadian tersebut, ibu korban lantas mendatangi Polsek Pangkalan Lampan lalu disarankan ke Polres OKI dan akhirnya mendatangi Polda Sumsel.

"Hari Senin sore kemarin laporan kami diterima dan siang ini kami akan datang lagi ke Polda Sumsel untuk menyerahkan surat bukti visum,” tutup RN.

Polisi telah menerima laporan korban bernomor STTLP/937/X/2021/SPKT Polda Sumsel tertangal 11 Oktober 2021. Dan saat ini laporan tersebut masih dalam penyelidikan.


Video Terkait:
VIDEO: Anak Kelas 2 SD Diperkosa
Editor: Jon Morino