SUMSEL 24

Sempat Diancam, DN Tetap Laporkan Adik Ipar Pelaku Rudapaksa Anaknya ke Polda Sumsel

Dn bersama kerabatnya usai membuat laporan di Unit Remaja Anak Wanita (Renakta) Polda Sumsel. (Foto : Pahmi ramadan/infosumsel.id)
Dn bersama kerabatnya usai membuat laporan di Unit Remaja Anak Wanita (Renakta) Polda Sumsel. (Foto : Pahmi ramadan/infosumsel.id)

| Palembang – DN (27), orang tua bocah perempuan yang berusia 7 tahun yang diduga berkali-kali dirudapaksa oleh pamannya, hari ini Selasa (12/10) mendatangi Polda Sumsel. Kedatangan DN bertujuan melaporkan adik iparnya berinisial R (20) yang telah berulangkali merudapaksa anaknya.

Dn bersama kerabatnya langsung menuju Unit Remaja Anak Wanita (Renakta) Polda Sumsel untuk meminta keadilan agar kasus yang dialami anak perempuannya segera diusut tuntas.

Ditemui di Polda Sumsel, Rn (31) yakni kerabat Dn mengatakan, sebelum mendatangi Polda Sumsel korban bersama ibunya mendatangi Polres OKI untuk melaporkan kejadian tersebut, namun pihak Polres OKI menganjurkan mediasi untuk berdamai kepada pelaku.

"Kita tidak mau berdamai. Jadi kita membuat laporan di Polda untuk meminta keadilan untuk korban, mangkanya kita melaporkan kejadian itu ke Polda Sumsel," ujar Rn, Selasa (12/10).

Rn mengungkapkan, bahwa Dn (ibu korban) takut untuk melapor karena keluarga pelaku mengancam akan melaporkan balik kasus dugaan penganiayaan yang dialami pelaku.


"Mendengar adanya kasus dugaan rudapaksa yang dialami warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP), warga disana sempat emosi, sehingga pelaku diamankan dan diamuk masa. Namun saya tetap meyakinkan ibu korban agar melaporkan kejadian itu," katanya.

Sementara itu Dn, berharap supaya kasus tersebut segera di usut tuntas agar pelaku segera ditangkap.

"Harapan kita pelaku segera ditangkap, dan hukum seberat-beratnya," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi dugaan kasus rudapaksa yang dialami seorang perempuan berusia tujuh tahun di Kabupaten OKI.

Kejadian tersebut terjadi di rumah mertua Dn, aksi tersebut diketahui pada saat korban bercerita kepada ibunya, sehingga ibunya mendatangi puskesmas untuk melalukan visum.

"Kita mengetahui bahwa hasilnya dari perawat dan dokter mendapati sobekan dan peradangan pada kemaluan anak saya, sehingga anak saya dikatan sudah tidak perawan lagi," kata Dn.


Video Terkait:
VIDEO: Anak Kelas 2 SD Diperkosa
Editor: