SUMSEL 24

Tak Hanya Putri Sulung, Putri Bungsu DN juga Diduga jadi Korban Rudapaksa

DN (27) bersama kerabat dan kedua putrinya saat berada di Mapolda Sumsel usai meaporkan tindakan rudapaksa yang dialami kedua putrinya, Selasa (13/10/2021). (Foto : Pahmi Ramdan/infosumsel.id)
DN (27) bersama kerabat dan kedua putrinya saat berada di Mapolda Sumsel usai meaporkan tindakan rudapaksa yang dialami kedua putrinya, Selasa (13/10/2021). (Foto : Pahmi Ramdan/infosumsel.id)

| Palembang – Dn (27) orang tua anak yang diduga dirudapaksa pamna sendiri mengungkap jika anak bungsu perempuannya yang berusia tiga tahun menjadi dugaan kasus rudapaksa. Itu ia ketahui setelah melakukan visum di Puskesmas terhadap anak perempuannya berusia tujuh tahun.

Dn mengatakan, mengetahui anak perempuannya berusia tujuh tahun menjadi korban rudapaksa ia lantas membawa anaknya untuk melakukan  pemeriksaan ke puskesmas setempat, barulah diketahui putri bungsunya yang masih berusia 3 tahun juga mengalami tindakan serupa berdasarkan hasil pemeriksaan medis. 

"Hasil pemeriksaan bahwa organ vital putri bungsu saya juga mengalami robek sehingga saat ia pipis mengalami sakit," ujarnya Selasa (12/10).

Dn menjelaskan, belum mengetahui apakah putri bungsunya juga menjadi korban rudapaksa yang dilakukan pelaku R.

"Tidak tahu apakah pelakunya orang yang sama, saat ditanyai anak bungsu saya ini tidak mau berbicara, namun anak saya yang berusia tujuh tahun mengaku kepada pihak puskesmas setempat  bahwa menjadi korban asusila yang dilakukan pelaku R," katanya.


Ia mengungkapkan, sudah menikah bersama suaminya selama delapan tahun.

"Saya bersama dua anak dan suami saya tinggal di rumah mertua saya bersama pelaku R, jadi kami selama ini tinggal disana. Mengetahui kejadian ini saya bersama anak saya pindah ke rumah orang tua saya, dan suami saya tetap berada di rumah mertua saya dan saya tidak tahu alasanya dia tetap disana," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengatakan, sudah mengetahui adanya laporan dari korban.

"Masih dalam penyelidikan," katanya.

Masnoni menjelaskan, korban telah melakukan visum di RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

"Sementara dugaan terhadap korban ada dua,  tetapi masih dalam penyelidikan, untuk pelaku belum kita tetapkan karena masih dalam penyelidikan," tutupnya.

Editor: Jon Morino