SUMSEL RAYA

SMB IV Dorong Dongeng Tentang Hewan di Sumsel Dihidupkan Kembali

SMB IV Jayo Wikramo R.M.Fauwaz Diradja saat menerima kunjungan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia dan Balai Bahasa Lampung di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam. (Foto : istimewa/infosumsel.id)
SMB IV Jayo Wikramo R.M.Fauwaz Diradja saat menerima kunjungan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia dan Balai Bahasa Lampung di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam. (Foto : istimewa/infosumsel.id)

| Palembang - Cerita rakyat maupun dongeng tentang hewan khususnya yang berasal dari Palembang lambat laun mulai dilupakan. Karena itu, Sultan Palembang Darussalam  Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo R.M.Fauwaz Diradja,S.H.,M.Kn mendorong agar dihidupkan kembali.

Hal ini diungkapkan SMB IV saat menerima kunjungan dari perwakilan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, Atisah dan  Leni Mainora, serta dari perwakilan Balai Bahasa Lampung Desi Nurul Anggraini, di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, di Jalan  Sultan M.Mansyur, Palembang.

Turut hadir Yai Beck (Budayawan Palembang) dan Pangeran Suryo Febri Irwansyah serta Pangeran Nato Rasyid. 

Menurut SMB IV , kedatangan perwakilan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, Atisah dan  Leni Mainora, serta dari perwakilan Balai Bahasa Lampung Desi Nurul Anggraini ke istana adat Kesultanan Palembang dalam rangka meneliti cerita tentang hewan dari Sumatera Selatan atau cerita dogeng tentang hewan di Sumatera Selatan.

“Mereka lagi pendataan, lagi cari referensi di Sumatera Selatan seperti apa, , kalau pengalaman Pangeran Suryo Febri Irwansyah dan Yai Beck sangat banyak sekali cerita-cerita itu , karena sudah biasa di ceritakan turun temurun, untuk generasi sekarang sudah sangat berkurang cerita-cerita tersebut,” katanya.


Karena itu menurut pria yang berprofesi sebagai notaris dan PPAT ini mendorong agar cerita dan dogeng tentang hewan di Sumsel agar di hidupkan lagi terutama di kenalkan bagi generasi saat ini.

Kini menurutnya perwakilan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, Atisah dan  Leni Mainora, serta dari perwakilan Balai Bahasa Lampung Desi Nurul Anggraini masih terus melakukan penelitian di Sumsel.

“Mereka melakukan penelitian di Lampung dan Sumsel,” katanya.

Untuk dari Kesultanan Palembang Darussalam hanya memberikan informasi kepada mereka terkait pendataan mereka.

Hal senada dikemukakan Pangeran Suryo Vebri Irwansyah mengaku, kalau banyak sekali dogeng-dogeng  tentang hewan di Sumsel yang semakin lama semakin hilang.

“Kita mendorong agar cerita-cerita dan dogeng-dogeng tentang hewan di Sumsel ini agar di lestarikan,” katanya.

Editor: