LIFESTYLE

Ini 4 Manfaat Sering Bertengkar dengan Pasangan

Ilustrasi pertengkaran ( Foto: Istimewa)
Ilustrasi pertengkaran ( Foto: Istimewa)

| Palembang - Pasangan bertengkar dalam hubungan asmara itu merupakan hal yang biasa.

Sebenarnya, bertengkar dengan pasangan jika dilakukan secara sehat justru bisa memberi manfaat atau keuntungan bagi Anda dan dia. Namun, tentunya jika setelah bertengkar, kamu dan dia harus segera menyelesaikan konflik kalian berdua.

Nah, ingin tahu apa manfaat bertengkar dengan pasangan?

Berikut ini penjelasannya, 

1. Menguatkan


Bahaya Banget Pertengkaran menyebabkan sepasang kekasih berpisah lantaran mereka hanya ber-drama saat bertengkar. Sebaliknya, pasangan yang melakukan pertengkaran dengan sehat, bisa membuat hubungan asmara mereka jadi lebih kuat.

Saat bertengkar, kamu dan pasangan mencoba untuk saling mendengarkan. Memahami apa yang pasangan suka dan tidak suka.

Paham alasan mengapa dia menjadi seperti ini, serta mencari solusi bersama, bukannya saling menyalahkan. Hal ini membuat kalian menjadi lebih mengenal satu sama lain dan merekatkan hubungan kalian.

2. Konflik membuat hubungan saling ketergantungan

Misalnya, suami dan Anda saling berbagi pekerjaan rumah. Lalu muncul perselisihan, salah satu dari Anda atau pasangan lupa mengerjakan pekerjaan rumah. Konflik yang terbilang sederhana ini tidak akan merusak hubungan cinta, melainkan bisa saja muncul ide untuk mengatasi permasalahan tersebut.

3. Sinyal konflik dibutuhkan agar adanya perubahan bagi kedua belah pihak

Hal ini memberikan kesempatan untuk membuat perubahan soal apa yang diperselisihkan.Anda berkesempatan untuk mengatasi permasalahan bersama dalam hubungan bersama pasangan.

4. Hubungan menjadi lebih dekat

Pertikaian dalam suatu hubungan bisa membuat pasangan lebih dekat satu sama lain. Hal ini diutarakan oleh psikolog Stan Tatkin yang juga penulis buku 'Wired of Love'.

Menurut Tatkin, pertengkaran merupakan kesempatan bagi pasangan untuk menyampaikan keluhan mereka, dan jika dilakukan dengan cara yang benar, bisa membuat hubungan keduanya lebih kuat.

" Otak kita dibangun lebih untuk mengatur bagaimana saat perang daripada untuk memikirkan cinta," pungkas Tatkin

 

Editor: Intan Sriwidari