EKONOMI

Bendungan Tiga Dihaji Ditargetkan 2024 Selesai

Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan ditargetkan pada tahun 2024 mendatang selesai.  (foto : Istimewa)
Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan ditargetkan pada tahun 2024 mendatang selesai. (foto : Istimewa)

I Palembang - Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan ditargetkan pada tahun 2024 mendatang selesai. Saat ini progress pembangunan hingga Oktober telah mencapai 26,4 persen di akhir tahun ini ditargetkan pembangunan mencapai 29 persen. 
 
“Progres-nya sudah tidak minus lagi. Nanti saat pekerjaan fisik dilakukan, persentasenya (progress) akan naik signifikan,” ujar Maryadi Utama, Kepala BBWS Sumatera VIII, Selasa (12/10/2021). 
 
Dalam proses pembangunannya, beberapa kendala dalam pembangunannya bertahap akan diselesaikan. Seperti pembebasan lahan akses kendaraan sepanjang 9,8 Km yang harus dilakukan di area hutan lindung seluas 7 hektar.
 
“Jalan lintas itu untuk akses kendaraan berat dan material kita agar tak lagi menggunakan jalan masyarakat milik kabupaten yang dipinjam pakaikan. Kita sedang mengajukan izin pinjam pakai akses jalan ke Pak Gubernur dan Amdal dari KLHK untuk penggunaan hutan lindung itu,” ungkapnya.
 
Jika tak ada sanggahan, KJPP (kantor jasa penilai publik) bisa menentukan harganya agar bisa langsung dibayarkan, sehingga proses pekerjaan lain bisa dilaksanakan. Jika tidak selesai Mei 2022, semua kegiatan akan mundur semua.
 
Selain jalan akses, saat ini pembangunan terowongan masih terus dilakukan sepanjang 595 meter, galian spillway, pengerjaam jembatan penghubung sandaran kiri dan kanan serta lainnya. Ik dan lainnya, juga ditarget bisa menaikkan peringkat Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. Luas area yang bisa di cover bendungan ini nantinya mencapai 72 ribu hektar.
 
“Saat ini baru 50-an ha dengan dua musim tanam. Nantinya setelah di cover Bendungan Tiga Dihaji bisa tiga kali masa tanam,” jelasnya.
 
KSO PT Tata Guna Patria, PT Tritunggal Pratyaksa, PT Bina Karya dan PT Kwarsa Hexagon dengan nilai kontrak Rp82,87 miliar.

Editor: Beni Martha Daya