SUMSEL 24

Pelaku Rudapaksa di OKI Berhasil Diamankan

Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni saat diwawancarai mengatakan pelaku dugaan tindakan asusila terhadap Kedua Keponakannya Di OKI berhasil diamankan. (Foto : pahmi/infosumsel)
Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni saat diwawancarai mengatakan pelaku dugaan tindakan asusila terhadap Kedua Keponakannya Di OKI berhasil diamankan. (Foto : pahmi/infosumsel)

| Palembang - Ro (20) pelaku dugaan tindakan asusila terhadap dua keponakan perempuannya yang berumur tujuh tahun dan tiga tahun di Kabupaten OKI beberapa waktu lalu kini telah diamankan.

Pelaku berhasil diamankan Subdit Renakta di-backup tim Opsnal Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel yang dipimpin Kompol Junaidi SH pukul 03.00 WIB, Rabu (12/10), dan langsung diserahkan ke Subdit IV Renakta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni SIK menuturkan, petugas baru meminta keterangan sebatas lisan dari kedua korban yang baru berusia 7 tahun dan 3 tahun tersebut.

"Pelaku tetap tidak mengakui melakukan perbuatannya tersebut, meskipun pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun kita tetap fokus pada bukti-bukti, seperti hasil visum yang hasilnya baru akan didapatkan beberapa hari mendatang," ujarnya, Rabu (13/10/2021) sore.

Kompol Masnoni mengatakan, kedua korban bersama ibunya telah ditempatkan di rumah aman demi kepentingan penyidikan dan keamanan.


Tujuan ditempatkannya kedua korban dan ibunya di save house, selain faktor keamanan juga untuk lebih memudahkan penyidikan. 

"Kita juga menyiapkan seorang psikiater yang diharapkan akan dapat menggali lebih detial lagi informasi dari kedua korban yang masih anak-anak," ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini kedua korban masih mengalami rasa trauma akibat kejadian tersebut.

"Pada saat pelaku melakukan tindakan asusila terhadap dua korban, pelaku mengancam kedua korban sambil mencubit agar tidak menceritakannya kepada siapapun termasuk kedua orang tuanya," tutupnya.

Akibat perbuatannya pelaku Ro dikenakan Pasal 82 ayat 2 jo Pasa 76 hurup e UU RI Nomor 17 tahun 2016 penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2020 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 milyar.

Diketahui, berita sebelumnya tindakan asusila tersebut terungkap setelah korban bercerita kepada ibunya dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Sumsel, Senin (11/10) sore, dalam laporan ibu korban, kejadian tersebut sudah berulang kali, dan terakhir diketahui pada pertengahan September 2021 lalu.

Editor: Beni Martha Daya