POLITIK

Banyak Sumur Minyak Ilegal, Ini kata Ketua DPRD Sumsel

 Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, SH< MH (Foto : istimewa/infosumsel.id)
Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, SH< MH (Foto : istimewa/infosumsel.id)

| Palembang - Maraknya pengeboran sumur minyak secara ilegal atau Illegal driling  Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) provinsi Sumsel, menjadi perhatian DPRD Sumsel.

Menurut Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, perlu dicarikan solusi ataupun regulasi yang jelas terkait pengelolaan sumur- sumur tua minyak yang selama ini tidak dimanfaatkan pemerintah. Apalagi pemerintah tidak memiliki kewenangan dalam perizinan pengelolaan tersebut.

"Mereka (masyarakat) memang sangat sulit ditertibkan, dan kalau tidak salah peraturan perundang- undangan semua perizinan harus dari pusat, dan ke depan bagaimana penertiban ini bisa dikelolah oleh yang berhak, mengingat masyarakat berpikiran lahan mereka selama ini posisi sumur tua- tua itu," kata Anita, Rabu (13/10/2021).

Dengan adanya regulasi baru, tentang pengelolahan sumur- sumur tua yang ada dilahan warga itu, jika diambil pemerintah harus ada kompensasi kepada masyarakat.

"Nah, ini artinya harus dicari solusi dan regulasi apakah masyarakat yang mempunya sumur tua itu perlu diberikan kompensasi atau sebagainya, yang masuk regulasi agar semua terkendali oleh permintah," tuturnya.


Dilanjutkan politisi partai Golkar ini, jika pemerintahan daerah baik tingkat provinsi maupun Kabupaten yang wilayahnya mengandung minyak jelas telah melakukan sosialisasi akan bahayanya pengelolaan sumur itu secara tradisional.

"Pastinya, kalau pembinaan sosialisasi peraturan dan dampak sudah dilakukan pemerintah daerag, tapi kita tahu masih banyak pengelolaan minyak bukan oleh izin pemda, dan inilah tugas dari kepala daerah yang mempunyai sumur- sumur minyak tua diwilayahnya  yang dikelolah bukan oleh pemerintah untuk melakukan sosialisasi," tukasnya.

Sebelumnya, kebakaran sumur minyak atau Ilegal Driling kembali terjadi tepatnya di Desa Keban Satu Kecamatan Sanga Desa pada Senin (11/10/2021), pukul 15.30 WIB.

Kasi Trantib Kecamatan Sanga Desa Ahmad Yani S. IP. mengatakan, terkait dengan kebakaran Ilegal Driling ini pihaknya menerima laporan dari Alen S.IP selaku Kasi Kesos Kecamatan Sanga Desa yang saat ini menjabat sebagai Pj Kades Keban Satu Kecamatan Sanga Desa bahwa pada pukul 15.00 WIB telah terjadi Kebakaran sumur minyak.

"Saat ini Pj Desa Keban Satu beserta perangkat sudah merapat ke Lokasi TKP Kebakaran," ujarnya.

Adapun pemilik lahan kebakaran Ilegal Driling tersebut bernama Rudi dan untuk nama penambang belum didapatkan karena sampai dengan saat ini kebakaran masih terjadi.

"PJ Kades Keban Satu tidak dapat mendekat karena dalam radius lebih kurang 100 meter panas api sangat terasa, sehingga tidak ada yang berani merapat ke lokasi," ungkapnya.


Video Terkait:
VIDEO: Duo Proyek Idak Dienjuk Anggaran Lagi
Editor: Jon Morino