SUMSEL 24

Penasehat Hukum ASN Cabul: Tak Ada Bekas Luka Memar

Terdakwa kasus pencabulan Berinisial AC, 37, yang saat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba (Foto: Istimewa)
Terdakwa kasus pencabulan Berinisial AC, 37, yang saat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba (Foto: Istimewa)

| Jakarta - Terdakwa kasus pencabulan Berinisial AC, 37, yang saat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba, dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muba, Rabu (13/10).

Dalam tuntutannya, JPU Ade Rachmad Hidayat menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan, memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukan padanya perbuatan cabul, sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan kesatu melanggar pasal 289 KUHPidana.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara dikurangi selama dalam masa tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ujar Ade saat membacakan tuntutan.

Sementara, penasehat hukum terdakwa AC yakni Rico Roberto mengatakan, tuntutan yang dijatuhkan oleh JPU kurang tepat. Karena Pasal 289 KUHP yang dinyatakan terbukti faktanya di dalam persidangan tidak sesuai.

"Itu pasal yang dikenakan tidak tepat, di fakta persidangan tidak ada ancaman terhadap korban. Selain itu, hasil visum tidak mengakibatkan bekas luka memar maupun bekas kekerasan kepada korban," jelas dia.


Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan mendalilkan dan mengejar putusan bebas terhadap kliennya karena dakwaan JPU tidak sesuai. "Seluruh dalil itu nantinya kita masukkan ke dalam pledoi atau pembelaan pada sidang selanjutnya," tandas dia.


Video Terkait:
VIDEO : Cabul, Oknum ASN Dituntut 4 Tahun
Editor: Intan Sriwidari