SUMSEL 24

Tidur Setelah Smackdown, Leher dan Kepala Fariz Sakit

Aksi smackdown polisi terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi ( Foto: Istimewa)
Aksi smackdown polisi terhadap mahasiswa yang berdemonstrasi ( Foto: Istimewa)

| Tangerang - Ketua Umum Forum Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA), Rifky Firmansyah mengatakan rekannya yang dibanting anggota polisi, yakni Fariz mengalami sakit di bagian kepala dan leher.

Itu baru dirasakan usai bangun tidur pagi hari ini, Kamis (14/10).

"Jadi kondisi korban kemarin belum sempat di urut. Tadi setelah tidur bagian kepala dan leher sakit, makin sakit malah," ujar Rifky, Kamis (14/10).

Rifky mengatakan bahwa Fariz hanya tes kesehatan dan rontgen usai

Fariz tidak diurut atau diberi perawatan lainnya karena dinyatakan sehat usai tes kesehatan di rumah sakit.


"Dan kemarin rontgen bagian badan doang, kepala sama leher enggak. Ini (hasil pemeriksaan) mau diambil nanti oleh teman HIMATA," kata Rifky.

Sebelumnya, Fariz dibanting oleh seorang anggota polisi saat aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Tangerang, Rabu (13/10).

Fariz dibanting dari belakang hingga punggung mendarat duluan ke lantai dengan keras. Dia sempat kejang-kejang lalu pingsan.

Video peristiwa itu viral di media sosial. Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang lalu menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan memberikan sanksi bila ada kesalahan prosedur.

Kepolisian juga membawa Fariz ke rumah sakit untuk dicek kondisi kesehatannya.

"Semua dalam kondisi baik, cek suhu juga bagus, cuma tensi agak tinggi 130," kata Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro.

 


Video Terkait:
VIDEO: Penjelasan Mahasiswa Dibanting Polisi
Editor: Intan Sriwidari