iNFO TV

VIDEO : Cabul, Oknum ASN Dituntut 4 Tahun

Terdakwa kasus pencabulan Berinisial AC, 37, yang saat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba, dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muba. (foto : Infosumsel)

I Palembang - Terdakwa kasus pencabulan Berinisial AC, 37, yang saat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba, dituntut empat tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muba, Rabu kemarin 13 Oktober 2021.

Dalam tuntutannya, JPU Ade Rachmad Hidayat menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan, memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukan padanya perbuatan cabul, sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan kesatu melanggar pasal 289 KUHPidana.

Dengan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara selama 4 tahun penjara dikurangi selama dalam masa tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan Kasus yang melibatkan AC bermula ketika dia menghadiri perpisahan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Puskesmas Bukit Selabu dan Kepala TU.

AC berjabat tangan dengan semua staf. Saat terdakwa berjabat tangan dengan korban M, terdakwa mengatakan tidak mau berjabat tangan melainkan ingin memegang payudara korban. Usai menyatakan hal itu, terdakwa langsung meremas payudara korban menggunakan tangan kiri dengan keras disaksikan oleh staf-staf Puskesmas Bukit Selabu yang hadir saat sertijab tersebut.

Sementara, penasehat hukum terdakwa AC yakni Rico Roberto mengatakan, tuntutan yang dijatuhkan oleh JPU kurang tepat. Karena Pasal 289 KUHP yang dinyatakan terbukti faktanya di dalam persidangan tidak sesuai. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan mendalilkan dan mengejar putusan bebas terhadap kliennya karena dakwaan JPU tidak sesuai.


Editor: Beni Martha Daya