SUMSEL RAYA

Progres IPAL Selayur Sudah 30 Persen

Walikota Palembang Harnojoyo saat bersama Konselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Kedubes Australia, James M Gilbert. (foto : Diskominfo)
Walikota Palembang Harnojoyo saat bersama Konselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Kedubes Australia, James M Gilbert. (foto : Diskominfo)

I Palembang - Perwakilan Kedutaan Besar Australia berkunjung ke Pemerintah Kota Palembang, Jumat (15/10/2021) dalam rangka untuk mengetahui progres pembangunan instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Selayur di Kecamatan Kalidoni.

Konselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Kedubes Australia, James M Gilbert, mengatakan kedatangan mereka untuk mengetahui progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Selayur di Kecamatan Kalidoni.

Program IPAL ini adalah bantuan hibah pemerintah Australia kepada Pemerintah Kota Palembang. Pemerintah Australia memberikan dana hibah senilai 45 juta dolar atau sekitar 500 miliar.

Adapun proyek IPAL Selayur ini butuh dana total Rp1,2 triliun dan direncanakan untuk 22 ribu sambungan rumah tangga.

"Ya, kita ke sini ingin mengetahui informasi terkait pembangunan IPAL di Kota Palembang. IPAL ini sangat penting, terutama untuk lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Palembang," kata James, yang datang bersama empat perwakilan Kedubes Australia.


Wali Kota Palembang, Harnojoyo, menyebut progres pembangunan Ipal dengan dana Rp 500 miliar di Kota Palembang sudah berjalan 30 persen.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kedubes Australia atas dana hibahnya
Dan atas dukungan semua pihak proyek ini sudah berjalan dengan harapan kita," kata Harnojoyo.

Ia juga menyebutkan, Pembangunan IPAL hibah dari Pemerintah Australia, ini bakal mencakup semua air limbah rumah tangga, saluran cucian, kamar mandi, sanitasi, dan lain-lain yang masuk dalam pengelolaan air limbah skala perkotaan. 

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengatakan, IPAL Sei Selayur ditargetkan rampung pada awal 2023 dan beroperasi di pertengahan tahunnya.

“Dan kantor Pemkot Palembang menjadi pelanggan pertama,” ujar Bastari.

Editor: Beni Martha Daya