NASIONAL

Dodi Dijanjikan 2,6 Miliar Untuk 4 Proyek

KPK RI mengumumkan peningkatan status OTT yang dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin. (Foto: Screenshoot Youtube KPK)
KPK RI mengumumkan peningkatan status OTT yang dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin. (Foto: Screenshoot Youtube KPK)

| Jakarta - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex (DRA) resmi berstatus tersangka atas dugaan suap terkait proyek infrastruktur.

Peningkatan status Politisi Partai Golkar tersebut, ungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, menemukan adanya bukti dugaan pemberian komitmen fee oleh PT Direktur PT Selaras Simpati Nusantara.

"Bupati Musi Banyuasin ini, diduga dijanjikan uang sebesar Rp2,6 miliar sebagai imbalan, untuk memenangkan perusahaan milik SHU (Suhandy) terhadap tender empat proyek di Pemkab Musi Banyuasin," ungkapnya.

Alex mengungkapkan, ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, salah satunya adalah DRA.

"Setelah melalui pemeriksaan, KPK meningkatkan status perkara OTT di Kabupaten Musi Banyuasin tadi malam," ungkapnya.


Selain DRA, KPK juga menetapkan status tersangka, terhadap Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori, Kabid SDA/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Musi Banyuasin, Eddi Umari dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy.

Peningkatan status perkara Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin, merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK RI tadi malam, Jumat (15/10/2021).

Atas perbuatannya, Dodi, Herman, dan Eddi selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  Jo Pasal Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Suhandy selaku pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat  (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Video Terkait:
Video : KPK Dalami Cara Pembagian Fee Kasus OTT Dodi Reza Alex
Editor: Raden Mohd Solehin