SUMSEL 24

Polisi Rekonstruksi Ulang Pembunuhan ASN PUPR

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan rekontruksi ulang pembunuhan sadis Apriyanti seorang ASN Kementerian PUPR wilayah Palembang. (foto : Pahmi/infosumsel)
Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan rekontruksi ulang pembunuhan sadis Apriyanti seorang ASN Kementerian PUPR wilayah Palembang. (foto : Pahmi/infosumsel)

| Palembang - Rekontruksi ulang kasus pembunuhan sadis terhadap Apriyanti seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR Wilayah Palembang yang jenazahnya ditemukan terkubur dan dicor di tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang pada Oktober 2019 lalu.

Diketahui rekontruksi tersebut dilakukan di lapangan tembak Polda Sumsel, yang diperankan langsung tersangka Novari alias Nopi, sedangkan tersangka Mgs Yudi Thama dan Amir (DPO) diperankan oleh peran pengganti, Senin (18/10/2021)

Dalam rekontruksi tersebut dilakukan 12 adegan. Rekontruksi tersebut merupakan lanjutan dari rekonstruksi tersangka Yudi Thama sebanyak 18 adegan yang sudah dilakukan sebelum pelimpahan berkas perkara tersangka Yudi Thama dan Ilyas yang sudah dijatuhi hukuman seumur hidup. 

Diketahui motif pembunuhan tersebut diduga karena persoalan hitang piutang antara korban dan Yudi, pelaku Yudi pada saat itu meminjam uang Rp 200 juta.

Korban kemudian menagih uang tersebut, lantaran tidak ada sehingga pelaku panik saat korban menagih. Kemudian pelaku Nopi yang menyarankan pelaku Yudi Thama agar membunuh Apriyanti. Pelaku Yudi, Ilyas dan Amir lalu merencanakan aksi pembunuhan.


Bermula saat korban yakni Apriyanti dijemput pelaku Yudi, bersama Ilyas dan Amir dengan menggunakan mobil Kijang Innova yang disewa pelaku Yudi. Sebelum korban di bunuh, korban Apriyanti terlebih dahulu dikecoki dengan obat tetes mata yang dibeli tersangka disalah satu mini market. 

Setelah korban tidak berdaya saat itu korban dijerat lehernya oleh pelaku Ilyas dengan menggunakan tali hingga korban meninggal dunia.

Saat itu jenazah korban diletakkan di pondok dekat TPU Kandang Kawat untuk menunggu situasi sepi. 

Pelaku Yudi, Amir, Nopi dan Ilyas, Sempat pergi ke tempat hiburan malam di Kampung Baru Jalan Teratai Putih untuk pesta miras.

Kemudian empat tersangka kembali lagi ke TPU Kandang Kawat lalu menggali tanah untuk mengubur jenazah korban. 

Nopi bertugas mengecor kuburan korban dengan semen. Untuk menghilangkan jejak tersangka Nopi membakar jilbab korban. 

Setelah mengubur dan membakar jilbab korban tersangka Nopi dan Amir mendapatkan upah, Nopi mendapatkan upah empat juta sedangkan tersangka Amir mendapat upah tiga juta. 

Sementara itu Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Cs Panjaitan didampingi Kanit I AKP Willy Oscar mengatakan rekontruksi tersebut merupakan 

lanjutan rekonstruksi dari pelaku Yudi Thama yang sudah dilakukan sebelumnya sebanyak 18 adegan. 

"Pelaku Nopi memerankan 12 adegan, terbukti dari rekontruksi inilah peran Nopi  yang mengubur jenazah korban dan mengecor kuburan korban," ungkapnya.

Ia menjelaskan, rekonstruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kasusnya sebelum dilimpahkan ke penuntut umum. 

"Sebelumnya Yudi dan Ilyas sudah dijatuhi hukuman seumur hidup. Untuk pelaku Nopi kami jerat dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup dan maksimal hukuman mati," tutupnya.


Video Terkait:
Video : Tragis, Anak Autis Tewas Ditangan Orang Tua Kandung
Editor: Beni Martha Daya