NASIONAL

Dokter Ini Sindir Hari Libur Maulid Nabi yang Diundur

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Bersatu, Dokter Eva Sri Diana Chaniago (Foto: Istimewa)
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Bersatu, Dokter Eva Sri Diana Chaniago (Foto: Istimewa)

| Jakarta - Ketua Ikatan Dokter Indonesia Bersatu, Dokter Eva Sri Diana Chaniago mengkritik kebijakan pemerintah terkait penggeseran hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dokter Eva mengaku heran setelah adanya peraturan tempat liburan dan hiburan. Selain itu, pemerintah juga diketahui telah menerbitkan aturan terkait perjalanan antar kota.

Menurut Dokter Eva, berbagai peraturan tersebut dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia.

"Tempat liburan & hiburan sudah diatur, perjalanan antar kota juga sudah diatur Semua dah kena aturan utk mencegah penularan wabah," kata Dokter Eva, dari akun Twitter @__Sridiana_3va pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Selain itu, Dokter Eva mengatakan, vaksinasi Covid-19 di Tanah Air juga sudah dilakukan sehingga angka penularan melandai.


"Vaksin juga dah dilakukan Wabah dah melandai sekali," ujarnya.

Kemudian, dia pun mempertanyakan alasan pemerintah menggeser hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Kenapa masih aja alasan penularan wabah jika ada harpitnas ? Shg sampai harus geser hari maulid ?" pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengumumkan pergeseran hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober 2021 menjadi 21 Oktober 2021.

Pergeseran hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu.

Menurut Amin, pergeseran hari libur nasional Maulid Nabi SAW bertujuan untuk mengantisipasi munculnya kasus baru Covid-19 di dalam negeri.

Selain hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, pemerintah juga mengubah waktu cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru dari semula tanggal 24 Desember 2021 menjadi ditiadakan.

 

 

Editor: Intan Sriwidari