SUMSEL 24

Tersangka Pinjol Ilegal: Awalnya Cuma Kirim SMS

Kantor Pinjol Ilegal digerebek 
(Foto: Infosumsel.ID)
Kantor Pinjol Ilegal digerebek (Foto: Infosumsel.ID)

| Jakarta - Dua tersangka yang terlibat dalam desk collection pinjaman online (pinjol) mengaku tidak tahu pekerjaan yang dilakukannya ilegal dan melawan hukum saat direkrut oleh perusahaan.

Kedua tersangka berinisial HH (35) dan AY (29) merupakan jaringan yang ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.

Jaringan ini diduga terkait dengan teror penagihan utang ke seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38) yang nekat gantung diri di depan halaman rumahnya pada Sabtu (2/10) lalu.

"Awalnya direkrut cuma dibilang untuk mengirim SMS. Seiring berjalannya waktu, kami tahu itu adalah pinjol. Awalnya enggak tahu," ucap HH saat ditemui wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (21/10).

Ia mengaku bahwa awalnya mengetahui bahwa pekerjaan itu hanya sekadar mengirim pesan singkat. HH pun curiga, narasi pesan yang dibuatnya kerap bersentimen negatif.


Dalam bekerja, kata dia, tugasnya hanya mendistribusikan pesan dengan narasi yang sudah rampung disusun oleh perusahaan.

"Kami hanya meneruskan SMS kami bukan yang neror," ucap dia.

HH bekerja di perusahaan pinjol ilegal sudah sekitar 9 bulan. Keuntungan yang diraupnya dari gaji pun menggiurkan. Puluhan juta total dikantonginya selama bekerja di perusahaan itu.

"Sebelumnya saya wiraswasta. Sudah kerja di pinjol ilegal 9 bulan. Gaji Rp15 juta per bulan," kata dia.

Pengakuan lain dituturkan oleh tersangka berinisial AY. Ia mengaku terpaksa bekerja di perusahaan yang melawan hukum itu lantaran membutuhkan uang lebih.

Meski, senada dengan HH, ia juga tak tahu bahwa pekerjaannya itu melawan hukum karena merupakan perusahaan pinjol ilegal. Tersangka ini baru menyadari perusahaannya itu ilegal setelah satu bulan bekerja.

Berbeda dengan HH, AY yang gaji per bulannya lebih sedikit ini diberi akomodasi berupa unit apartemen. Tidak hanya itu, semua alat kerja juga sudah disediakan.

"Benar (kata polisi dapat akomodasi), berupa satu unit apartemen sendiri. Dari situ kerjanya. Saya di Apartemen Laguna," ucap AY.

Sebagai informasi, total ada tujuh tersangka yang diringkus oleh Bareskrim terkait sindikat pinjol ilegal di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tujuh tersangka membantu perusahaan pinjol untuk menyebar SMS berisi ancaman dan penistaan kepada peminjamnya. Mereka merupakan pihak ketiga yang dipekerjakan untuk sejumlah perusahaan pinjol lain.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika mengatakan bahwa para tersangka ditangkap usai penyidik Bareskrim melakukan pendalaman terhadap peristiwa bunuh diri WPS di Wonogiri.

"Tim kami kemudian berangkat ke sana, kami explore. Dari 23 pinjol, nyangkut ke sini satu," jelasnya.

Saat ini, Bareskrim sedang memburu satu Warga Negara Asing (WNA) berinisial ZJ yang diduga sebagai penyandang dana dari layanan penyebaran SMS ancaman tersebut.

 

Editor: Intan Sriwidari