EKONOMI

Bank Indonesia : Tiga Sektor Potensi Ekonomi Baru Sumatera Selatan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Hari Widodo saat saat bincang-bincang media semarak UMKM Sriwijaya (Seru Sriwijaya) 2021, di kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan. (foto : Beni / infosumsel)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Hari Widodo saat saat bincang-bincang media semarak UMKM Sriwijaya (Seru Sriwijaya) 2021, di kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan. (foto : Beni / infosumsel)

I Palembang - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Hari Widodo mengungkapkan ada tiga area yang bisa diintergrasikan sebagai pondasi ekonomi baru di Sumatera Selatan yakni UMKM, Ekonomi Syariah dan Digitalisasi.

" Inilah yang nantinya akan kita angkat agar menjadi sebuah potensi sumber pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan," katanya saat bincang-bincang media semarak UMKM Sriwijaya (Seru Sriwijaya) 2021, di kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Jumat (22/10/2021).

Untuk mengangkat ketiga area potensi sumber pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan, dikatakanya perlu bersinergi dengan stakeholder lainnya mulai dari Pemerintah Provinsi, Pelaku Usaha, Pondok Pesantren dan Perbankan di Sumatera Selatan. Di area UMKM, selama pandemi covid 19 para pelaku UMKM banyak yang terdampak, meski demikian para pelaku UMKM ini yang mampu bertahan selama pandemi covid 19 sehingga ini menjadi kekuatan baru di daerah untuk menunjang perekonomian di Sumatera Selatan. lanjutnya, Upaya-upaya yang harus dilakukan dengan melakukan pengembangan pelaku UMKM serta menata kembali pelaku UMKM dengan menggelar webinar-webinar UMKM juga melakukan kurasi produk UMKM sehingga dapat menembus pasar ekspor.

"Selain program-program yang sifat generik seperti webinar-webinar, Karakter Bulding dan kelas-kelas umkm, Bank Indonesia juga melaksanakan event yang sifatnya khususnya seperti seleksi untuk UMKM yang nantinya masuk dalam On Boarding UMKM yang Go Ekspor dimana produk UMKM yang berpotensi Ekspor akan di kurasi oleh Kurator yang handal agar dapat memenuhi permintaan pasar luar negeri," ujarnya.

Kemudian area Ekonomi Syariah, dibutuhkan bisnis matching antara pelaku UMKM dengan Pondok Pesantren dimana nantinya sinergi keduaanya ini dapat saling menguntungkan. "Kemudian Bisnis Matching, salah satunya bagaimana kita menggunakan bisnis matching antara pelaku UMKM yang mengelola produk kelapa dan turunannya dengan menghubungkan pondok pesantren sebagai basic produksinya, dengan adanya ini diharapkan adanya kerjasama dengan Pondok Pesantren dengan UMKM," tuturnya.


Kemudian Digitalisasi, Pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan Digitalisasi kedepannya. Menurutnya, saat pelaku UMKM telah beradaptasi ke era digitalisasi. Pandemi Covid 19 ini membuat UMKM beradaptasi ke era Digitalisasi seperti Digitalisasi pembayaran  ditahun ini Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan menargetkan 344 ribu merchant untuk digitalisasi pembayaran, saat ini sebanyak 295 ribu merchant yang telah menggunakan pembayaran digital.

"Dari 295 ribu merchant tersebut, 95 persennya adalah pelaku UMKM hal ini menunjukkan bagaimanan UMKM sudah memulai pembayaran digital payment didalam bisnis, artinya pelaku umkm sudah beradaptasi digital payment, kemudian digital marketing, pelaku UMKM paling sederhanannya menggunakan Whatsapp yang sudah sangat aktif memasarkan melalui digital dan pelaku UMKM menikmati hal tersebut," tuturnya.

Dalam kegiatan Seru Sriwijaya ini tidak hanya menampilkan produk-produk UMKM di SUmatera Selatan akan tetapi juga membentukan karakter bulding dari pelaku UMKM dalam bentuk-bentuk webinar. Lanjutnya, dalam event Seru Sriwijaya ini di hari pertama pada tanggal 25 Oktober 2021 saat opening dan ceremony nantinya akan menghadirkan Menteri Koperasi dan UMKM Tetah Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Ketua Dekranasda Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Hari Widodo. 

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembentukan karakter bulding pelaku UMKM dengan Webinar UMKM Go Ekspor "Menjadi Andal di Pasar Global" dengan menghadirkan pelaku kurator fashion nasional yakni Lisa Fitriani dan Kurator Kriya Nasional yakni Bernardus Arwin.

Dihari kedua pada 26 Oktober 2021, Diisi dengan kegiatan Webinar UMKM Fashion dengan tema "Strategis Bisnis Fashion : Lika Liku Menjadi Laku" dengan menghadirkan Ria Miranda dan Muhammad Pandu Rosadi Owner of Brand Fashion Ria Miranda dan Yukka Harlanda owner of Brand Fashion Brodo. Dihari terakhir yakni 27 Oktober 2021 webinar UMKM Food dengan tema "Bisnis Masa Kini : Tea or Coffee" dengan menghadirkan Owner Of Es Teh Indonesia dan Sylvia Surya CEO Kopi Soe dan COO Menantea.

"Selain kegiatan tersebut, dalam Seru Sriwijaya 2021 ini juga akan mendisplay produk-produk UMKM Sumsel secara virtual dan dilakukan penjualan secara online produk-produk tersebut," tutupnya.

Editor: Beni Martha Daya