EKONOMI

Erick Thohir : Kita Harus Menerima Perubahan di Era Digitalisasi

Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri Dies Natalis ke 61 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sriwijaya. (Foto : Tangkapan Layar Youtube Unsri)
Menteri BUMN Erick Thohir saat menghadiri Dies Natalis ke 61 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sriwijaya. (Foto : Tangkapan Layar Youtube Unsri)

I Palembang - Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan orasi ilmiah pada sidang senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke 61 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sriwijaya, Sabtu (23/10/2021) menyebutkkan Era Digitalisasi membuat kegiatan dipermudah akan tetap ada sisi negatifnya di era saat ini.

Dengan dipermudahkannya kegiatan di era digitalisasi berdampak terjadi pengurangan tenaga kerja, selain itu ada beberapa jenis pekerjaan yang menghilang dan ada juga yang tumbuh akibat dari digitalisasi ini.

“Namun konsekuensinya akan menata ulang karena banyak pekerjaan yang hilang dan ada yang tumbuh, baik di sektor bisnis ada yang bertahan maupun yang berkurang di era internetisasi,” kata Erick Thohir.

Pemerintah selaku pengambil kebijakan harus siap menerima perubahan-perubahan yang terjadi di era teknologi ini, juga harus mengantisipasi hal-hal tindak negatif yang timbul akibat digitalisasi ini. 

"Kita harus siap menerima perubahan tersebut, seperti dilihat ada 10 perusahaan besar di dunia, dominasinya berbasis teknologi seperti Amazon, FB dan sebagainya. Jadi masalah saat ini maraknya pinjaman online yang dijadikan alat untuk pemerasan dan penipuan sehingga harus diantisipasi," ujarnya.


Dia menyebut, seperti di negara Cina, Amerika industri teknologi terus meningkat, di AS jumlah industri unicon 200 lebih di Cina jumlahnya. Situasi seperti ini harus dihadapi bersama.

“Saya juga sudah berkonsultasi dengan Pak Presiden Jokowi soal hilirisasi ekonomi digital karena sangat penting. Kita berkeinginan sumber daya alam yang  sebagai market kita harus dijaga, jangan sampai market kita dipakai untuk pertumbuhan negara lainnya.Pertumbuhan market digitalisasi sangat penting karena bertumbuh 5,15 persen jumlahnya naik ratusan triliun menuju ribuan triliun,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, pihaknya sangat butuh informasi ilmu atas capaian dan keberhasilan yang sudah diraih Menteri BUMN Erick Tohir yang sangat populer.

“Sebagian besar yang like di akun Pak Menteri itu banyak mahasiswa Unsri. Semoga ilmu yang dibagi bisa bermanfaat bagi kita semua,” katanya.

Sedangkan Rektor Unsri mengatakan, FE Unsri sangat berjasa bagi Unsri karena kalau tidak ada FE maka tidak berdiri Unsri. Pada 29 Oktober 1960 SK Presiden lahirnya Unsri gedung pertama di Bukit Sriwijaya Palembang langsung ditandatangani Presiden Soekarno.

“Saat ini mahasiswa kita masih menggunakan protokol Covid 19 untuk mengikuti perkuliahan, dengan jumlah  36 ribu mahasiswa baik yang di Indralaya maupun di Bukit Palembang, Insya Allah penerimaan tahun depan difokuskan ke Inderalaya semua baik S1 dan D3, sementara S2 dan S3 di Unsri Bukit, jadi Ogan Ilir kita suport agar bisa maju dan berkembang,” beber Rektor.

Dia menambahkan, mayoritas mahasiswa Unsri sudah banyak dipesan oleh perusahaan untuk bekerja. Untuk S1 maksimal kuliah mahasiswanya harus 5 tahun, S2 tidak boleh lebih dari 2,5 tahun.

“Kita juga mereformasi sistem kuliah S3 maksimal kuliah 3 tahun, jangan banyak kuliah, namun melakukan riset bersama,” ucap Rektor.

Dekan Fakultas Ekonomi (FE ) Unsri, Prof M Adam  SE ME mengatakan, dalam rangka dies natalias telah dilakukan rangkaian kegiatan seperti MTQ  dosen dan pegawai, MTQ  mahasiswa, pantun bersambut, stand up comedy, lokakarya menulis ilmiah dan pidato.

”FE Unsri terus berkomitmen mencetak talenta terbaik untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tukasnya.

Editor: Beni Martha Daya