SUMSEL RAYA

Wagub : Bukit Siguntang Perlu Ada Perpustakaan

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya saat menyaksikan permainan tradisional yang dimainkan anak-anak di festival bukit siguntang. (foto : Diskominfo)
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya saat menyaksikan permainan tradisional yang dimainkan anak-anak di festival bukit siguntang. (foto : Diskominfo)

 I Palembang - Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Mawardi Yahya menilai jika Bukit Siguntang perlu ditambah fasilitas berupa perpustakaan guna menunjang daya tarik masyarakat berkunjung.

Hal tersebut diungkapkannya saat membuka Siguntang Fest 2021 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel.

Dalam sambutannya, Mawardi meminta agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel dapat memberikan fasilitas sebuah perpustakaan dilingkungan Bukit Siguntang. Hal ini perlu dilakukan agat masyarakat yang berwisata dapat mengetahui tentang sejarah yang ada di Sumatera Selatan khususnya sejarah tentang Bukit Siguntang.

"jika memang memungkinkan alangkah baiknya jika sejarah Bukit Siguntang dapat dirangkum dalam sebuah buku dan ini merupakan salah satu cara kita dalam mempromosikan Bukit Siguntang melalui sejarah yang dimiliki", ungkapnya, Selasa (23/11/2021).

Dirinya juga mengajak Para Budayawan dan Sejarahwan yang ada di Sumsel untuk bersama - sama dengan pemerintah daerah dalam menjaga serta melestarikan kebudayaan dan bangunan yang ada.


Turut hadir Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sultan Raden Muhamad Fauwas Diradja dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.

"Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya yang dimiliki dan mengembalikan marwah Bukit Siguntang menjadi kebanggaan masyarakat sumsel yang memiliki banyak sejarah," tuturnya.

Ditempat yang sama, Ka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal menyampaikan bahwa Siguntang Fest 2021 diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 23 - 25 November 2021 Dengan tema bukit suci sepanjang masa "dari sini semua bermula".

Editor: Beni Martha Daya