OLAHRAGA

Porprov Sumsel XIII di OKU Raya

KONI Palembang Akui Pakai Atlet Luar Sumsel

Lapangan Bulutangkis tempat berlangsungnya Poprov OKU Raya. (foto : Istimewa)
Lapangan Bulutangkis tempat berlangsungnya Poprov OKU Raya. (foto : Istimewa)

I OKU Raya - Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang, Rubi Indiarta akui menggunakan atlit bulu tangkis yang didatangkan dari luar Sumsel. Akan tetapi dirinya memastikan unsur legalitas perpindahan atlit sudah dijalankan sesuai prosedur 

"Benar, tapi mereka itu sudah menjadi warga Palembang dari tahun 2020, KTP nya Palembang, KK juga berada di Palembang dan sudah mengikuti kejuaraan mewakili Palembang. Hanya saja kelahirannya bukan dari Palembang," katanya.

Sementara itu, Ketua PBSI Palembang, Ratu Dewa enggan berkomentar banyak terkait permasalahan tersebut. Karena untuk penjaringan atlet Bulu Tangkis di Porprov ini dikoordinir langsung para pelatih dan KONI Palembang. 

“Seluruh atlet diikutkan dalam pembinaan yang dikoordinir langsung oleh pelatih. Kemudian, pelatihlah yang menentukannya. Jadi kami serahkan seluruhnya ke KONI Palembang," katanya.

Ratu Dewa menegaskan, pihaknya akan melakukan penjaringan atlet PBSI Palembang melalui kompetisi Palembang Cup. Artinya, atlet ini dijaring langsung melalui liga. 


“Mulai dari tingkat bawah RT, kemudian naik ke Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Palembang. Rencananya liga ini akan dimulai pada Januari mendatang," tandasnya. 

Ketua Pelaksana PB Porprov XIII, Suparman Roman mengatakan pihaknya tidak menampik tiga daerah yang telah mendatangkan atlet dari luar Sumsel, namun proses perpindahan atau mutasi sudah dijalankan dengan baik. Bahkan atlet tersebut sudah menandatangani fakta integritas akan tetap membela Sumsel sampai ke tingkat nasional. 

"Kita melihat konteksnya yang di protes 12 daerah tersebut dan sudah kita jelaskan. Tapi mereka tetap tidak menerima, nah ini yang jadi masalah. Makanya hal itu terkesan seperti ingin mengagalkan Porprov. Karena mereka menolak untuk bertanding, kita memutuskan juara bersama kepada empat daerah di dua nomor yakni nomor beregu putra dan beregu putri saja," ungkap dia.

"Keputusan itu sebenarnya merupakan bentuk punishment kepada 12 daerah tersebut, kasian dengan daerah yang mau bertanding dan mereka sudah keluar banyak biaya dan tenaga," tambahnya.

Editor: Beni Martha Daya