SUMSEL RAYA

Perkataan Kasar dan Intimidasi Termasuk KDRT

Pengamat Hukum, Sholeh Idrus SH MS (Foto: Gabriella/infosumsel.ID)
Pengamat Hukum, Sholeh Idrus SH MS (Foto: Gabriella/infosumsel.ID)

| Palembang - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kadang menjadi pemicu perceraian bahkan naik ke kasus hukum. Terbaru, sebuah video viral menunjukan ketidakadilan hukum terjadi kepada seorang istri asal Karawang, yang dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa  hanya karena kerap menegur suaminya yang sering mabuk - mabukan.

Dosen dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang,  Sholeh Idrus,SH MS membeberkan perspektif hukum.

Menurutnya kasus KDRT bisa dibawa ke ranah hukum, baik suami maupun istri bisa jadi tersangka. Sementara kekerasan sendiri memang tak hanya fisik namun bisa juga dalam bentuk kekerasan verbal.

“Untuk KDRT sendiri itu bukan hanya tentang kekerasan fisik. Berbicara kasar itu pun termasuk dalam KDRT dimana perbuatan tersebut mengintimidasi suami atau istri jadi bisa di tuntut perbuatan tidak menyenangkan,” ungkapnya.

Lantas apa saja sebenarnya syarat laporan KDRT yang bisa di proses secara hukum ?


“Apapun yang bisa menimbulkan dampak bagi suami atau istri itu dapat dilaporkan, tapi tentunya laporan - laporan itu tidak bisa serta merta dilanjutkan harus adanya bukti - bukti, dimana laporan tersebut bisa dimasukkan ke dalam pelanggaran UU KDRT,”  tutupnya. (Gabriella)

 

 

Editor: Intan Sriwidari