SUMSEL RAYA

Tiga Rumah Sakit di Muba Masih Kekurangan Stok Darah

PMI Muba (Yuliani/infosumsel.ID)
PMI Muba (Yuliani/infosumsel.ID)

| Muba  -- Kebutuhan stok darah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) saat ini masih mengalami kekurangan. Hal ini disebabkan adanya beberapa kebutuhan fasilitas kelengkapan dan alat medis yang masih belum dimiliki oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba seperti peralatan Unit Transfusi Darah (UTD).

Sekertaris PMI kabupaten Muba, Drs Syafaruddin didampingi kepala markas Ahmad Syaifuddin Zuhri mengatakan, saat ini kebutuhan darah di Muba benar mengalami kekurangan. Dari tiga rumah sakit yang ada yakni RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin dan RSUD Bayung Lencir setiap tahun membutuhkan sekitar 8000 kantong.

Sementara, PMI Bersama tiga RSUD yang ada hanya mampu memenuhi kebutuhan darah sekitar kurang lebih 3500 kantong setiap tahunnya.

"Mengapa Hal ini terjadi, salah satunya PMI Muba sendiri saat belum memiliki peralatan dan perlengkapan peralatan unit layanan tranfusi , selama ini stok darah disimpan di UTD rumah Sakit," ujar Syafar, Rabu (24/11)

Dia menambahkan, unit transfusi darah sendiri akan terealisasi pada tahun 2022, hal itu setelah pihak PMI Muba melakukan audensi ke pemerintah daerah. Rencananya di tahun 2022, fasilitas dan perlengkapan alat medis untuk UTD semua bisa realisasi, sementara untuk gedung dan SDM sendiri PMI Muba sudah siap.


"Mudah-mudahan jika semua fasilitas dan lainnya siap, target 8.000 kantong darah setiap tahunnya bisa terpenuhi," jelasnya.

Selama dua tahun berjalan ini, PMI Muba sudah melakukan kegiatan donor darah di berbagai tempat guna memenuhi pasokan darah.

"Kita juga melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dan stakeholder serta pihak lainnya untuk melakukan kegiatan donor," terangnya.

Sementara, disinggung terkait adanya isu jual beli darah yang terjadi di unit pelayanan transfusi darah rumah sakit, Syafaruddin menepis adanya informasi atau isu yang berkembang di masyarakat.

"Tidak ada isu jual beli darah, ini perlu kita luruskan, jadi kebijakan rumah sakit untuk menstabilkan stop darah rumah sakit meminta kepada pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah secara sukarela dan ikhlas untuk menggantikan darah yang digunakan pasien keluarga, hal itu bertujuan agar stok darah di UTD RS jika ada pasien lain Rumah Sakit yang membutuhkan darah bisa terpenuhi," tutupnya.

 

 

 

 

Editor: Intan Sriwidari