SUMSEL 24

Pria Ini Mengaku Bawa senpi Untuk Jaga Diri

Welly diamankan di Polsek Sako. (foto : Pahmi/infosumsel)
Welly diamankan di Polsek Sako. (foto : Pahmi/infosumsel)

I Palembang - Mengaku untuk berjaga diri, tersangka Welly Mayantonis (39) warga Perum Puspa Sari blok J nomor 13, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin kedapatan membawa senjata api rakitan (senpira) jenis Colt.

Akibat ulahnya membawa senpi, Welly Mayantonis ditangkap anggota Polsek Sako Palembang saat menggelar operasi sikat Musi 2021 di Jalan Pangeran Ayin, Kecamatan Sako, Kamis (25/11) sekitar pukul 23.00 WIB. Tersangka Welly mengatakan bahwa senpira itu dibawanya kemana-mana saat berpergian untuk menjaga diri. 

"Untuk berjaga-jaga saja, jadi senpira itu saya gunakan untuk berjaga diri saja, bukan untuk melakukan tindakan kejahatan," dalihnya Jumat (26/11).

Lanjut Welly menjelaskan, ia memiliki senpira tersebut selama satu tahun terakhir ini. 

"Saya membelinya seharga Rp 1,5 juta dari teman saya di daerah Ogan Komering Ulu (OKU)," katanya.


Sementara itu, Kapolsek Sako, AKP Evial Kalza mengatakan, pelaku ditangkap saat ia bersama anggotanya sedang melakukan operasi sikat Musi 2021 di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Jadi kegiatan ini rutin kita gelar untuk mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah Kota Palembang khususnya wilayah kita,  hasilnya seperti semalam, kita berhasil mengamankan pelaku yang kedapatan membawa senpira," ungkapnya.

Evial menjelaskan, bahwa dari data yang didapatkan diketahui pelaku merupakan Resedivis dan sudah empat kali termasuk ini yang dilakukan penahanan dalam kasus tindak kejahatan. 

"Data yang kita miliki bahwa pelaku ini sebelumnya telah melakukan aksi kejahatan seperti percobaan pembunuhan, narkoba, penganiayaan dan membawa senpira," ungkapnya.

Atas ulahnya pelaku dikenakan pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara selama 20 tahun. 

"Salam hal ini kita akan terus melakukan pencegahan tindak kejahatan di wilayah kita dengan melakukan razia hingga patroli rutin," tutupnya. 

Editor: Beni Martha Daya