MARKET

Kisah Awal Black Friday Jual Beli Budak Harga Murah

Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

| Jakarta - Black Friday menjadi hari yang dinanti para pecinta belanja. Selain itu hari tersebut juga dikenal sebagai hari belanja besar-besaran di Amerika Serikat.

Saat Black Friday, berbagai toko memberikan penawaran menarik, mulai dari diskon 20 persen, 50 persen, hingga 70 persen. Ada juga yang menawarkan beli satu dapat dua. Rasanya tak salah jika Black Friday disebut sebagai hari raya bagi mereka yang memang gemar belanja.

Sejarah kelam Black Friday

Istilah Black Friday tentu tak muncul begitu saja. Pertama kali, istilah ini tercatat pada 1869. Saat itu Black Friday digunakan sebagai istilah belanja usai liburan thanksgiving. Ajang ini juga bertepatan dengan krisis keuangan di Amerika Serikat tepatnya pada 24 September lebih dari satu abad lalu.

Krisis keuangan ini tak terjadi begitu saja. Melansir History, dua pemodal Wall Street yang terkenal kejam, Jay Gould dan Jim Fisk, bekerja sama untuk membeli emas sebanyak-banyaknya di negara Paman Sam itu. Tujuannya untuk mendorong harga emas melejit naik sehingga bisa dijual semahal mungkin.


Kemudian pada hari Jumat di bulan September di tahun itu, konspirasi yang dilakukan dua pemodal Wall Street ini terungkap, membuat pasar saham jatuh dan membuat bangkrut semua orang mulai dari Wall Street hingga petani.

Namun sejarah lain juga muncul di balik istilah Black Friday ini. Disebutkan bahwa istilah Black Friday kental dengan jual beli budak dengan harga diskon pada kurun waktu 1800-an. Kala itu, pemilik perkebunan dapat membeli budak dengan harga diskon setelah Thanksgiving. Inilah yang kemudian dikenal dengan Black Friday.
Ungkapan kegundahan polisi

Sejarah lain Black Friday sebenarnya berkaitan dengan kejadian pada era 1950-an atau 60-an di Philadelphia.

Istilah ini diciptakan oleh polisi setempat untuk menggambarkan kemacetan lalu lintas dan kepadatan yang intens di toko-toko ritel di pusat kota. Ada bukti yang menunjukkan bahwa istilah yang tidak menarik ini berasal dari kalangan polisi di Philadelphia.

Joseph P. Barrett, seorang reporter polisi lama dan penulis fitur untuk Philadelphia Bulletin, mengenang perannya dalam penggunaan Black Friday dalam artikel Philadelphia Inquirer 1994 yang berjudul, "This Friday Was Black With Traffic."

Saat ini Black Friday menjadi acara tahunan yang banyak ditunggu para penikmat belanja. Tak hanya toko yang berjualan secara offline, toko daring juga memberi diskon besar-besaran bertepatan dengan Black Friday ini.

 

Editor: Intan Sriwidari