SUMSEL RAYA

Perbuatan Asusila di Unsri

DPRD Sumsel Akan Panggil Pihak Unsri

Kampus Unsri. (foto : Istimewa)
Kampus Unsri. (foto : Istimewa)

I Palembang - Kasus dugaan perbuatan asusila yang dialami Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang dilakukan oknum Dosen menyedot perhatian DPRD Sumsel. Pihaknya berencana akan melakukan pemanggilan terhadap pihak rektorat serta mendorong pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut.

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Susanto Ajis mengatakan rencana pemanggilan pihak rektorat unsri yang awalnya diagendakan pada 3 Desember harus dijadwalkan ulang setelah reses DPRD Sumsel pada 6-13 Desember 2021. Ditundanya pemanggilan pihak Unsri ini juga menyesuaikan jadwal Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati yang berkeinginan hadir dalam agengan pemanggilan pihak Unsri.

"Ditunda ini bukan berarti tidak ditindaklanjuti catatan pentingnya, karena kita berkeinginan dari Komisi V dan ketua DPRD Sumsel akan hadir dalam pertemuan itu. Kebetulan pada 3 Desember Ketua DPRD karena kesibukannya minta dijadwalkan ulang," kata Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Susanto Ajis, Kamis (2/12).

Menurutnya, kasus perbuatan asusila di Unsri ini sebagai Perguruan Negeri di Sumsel ini bukanlah masalah sederhana dan harus ditindaklanjuti dan dituntaskan segera.Ditambahkan Susanto, dengan adanya keberanian mahasiswi untuk mengungkap kasus ini, maka pihak berwenang dalam hal ini kepolisian harus menindaklanjutinya secara serius dan DPRD Sumsel akan mendorong hal tersebut.

"Karena ini bukan masalah ringan, bukan hanya korbannya saja kita dampingi dan psikologinya. Kita juga minta BPPA untuk mendampingi korban," tandasnya.


Sementara Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli membenarkan asanya penundaan pemanggilan pihak Rektorat Unsri tersebut, karena ada kegiatan ketua DPRD Sumsel diluar Palembang. "Ketua DPRD Sumsel dak ada di tempat, sehingga belum jadi," katanya.

Saiful sendiri menegaskan, pihaknya mendorong agar kasus dugaan pelecehan tersebut bisa segera tuntas. Sebab adanya dugaan kasus pelecehan seksual tersebut, bisa mencorengan dunia pendidikan.

"Dengan kejadian ini, sekali lagi ini mencoreng dunia pendidikan, apalagi terlebih lagi di Unsri yang merupakan kampus kebangaan masyarakat Sumsel," katanya.

Dijelaskan alumni Unsri ini, jelas adanya kejadian itu jika benar akan menjadi catatan bagi rektorat yang ada saat ini dan pihaknya berharap kasusnya segera tuntas.

"Kami dari DPRD Sumsel mendorong kasus ini bisa segera dituntaskan, dan dalam waktu dekat kami akan rapat internal komisi terkait hal tersebut, dan ada kemungkinan kami akan memanggil pihak rektorat Unsri terkait dengan kasus ini. Sehingga kedepan tidak terulang kembali, karena hal ini bisa mencoreng dunia pendidikan di Sumsel," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.


Video Terkait:
Video : KAHMI Akan Dampingi Korban Pelecehan Mahasiswi Unsri
Editor: Beni Martha Daya