SUMSEL 24

Adhitya Dosen Unsri Resmi Ditahan 20 Hari Kedepan Permudahkan Pemeriksaan

Rilis di Polda Sumsel, Senin (6/12). (foto : Pahmi/infosumsel)
Rilis di Polda Sumsel, Senin (6/12). (foto : Pahmi/infosumsel)

I Palembang - Akibat ulahnya terbukti melakukan pelecehan terhadap DR (22), oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) bernama Adhitya Rol Asmi, resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Jadi terhitung malam ini, mulai pukul 00.00 tersangka kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit Renakta Kompol Masnoni, Senin (6/12).

Kombes Pol Hisar menjelaskan, kejadian berawal saat korban DR menemui tersangka untuk meminta tanda tangan skripsi di ruang Laboratorium.

"Pada saat di ruangan tersebut, tersangka melakukan aksi cabul terhadap korban, dengan cara mencium, memeluk hingga tersangka menyuruh korban untuk memegang kemaluan tersangka," katanya

Akibat ulahnya tersangka dikenakan 289 KUHP dengan ancaman penjara selama 9 tahun, atau pasal 294 ayat 2 point 1 dan 2 KUHP dengan ancaman penjara selama 7 tahun.


"Kita berhasil mengamankan barang bukti  yakni, satu lembar pakaian korban, satu lembar tank top korban dan satu buah bra korban," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, menjalani  pemeriksaan sebagai saksi kurang lebih delapan jam terkait laporan dugaan pelecehan terhadap DR (22).

A (34) dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, membernarkan hal tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polda, akhirnya A (34) ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pelecehan yang dilakukannya terhadap DR," kata Hisar saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan, dosen A dilaporkan seorang mahasiswi Unsri berinisial DR atas kasus pelecehan seksual.

Pelecehan tersebut terjadi di ruang Laboratorium Pendidikan Sejarah area Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri Indralaya, Sabtu (25/9) lalu.

kuasa hukum A, Darmawan mengatakan bahwa kliennya  sudah mengakui perbuatannya.

"Jadi klien saya mengaku bahwa saat itu ia  khilaf," jelas Darmawan.


Video Terkait:
Video : KAHMI Akan Dampingi Korban Pelecehan Mahasiswi Unsri
Editor: Beni Martha Daya