EKONOMI

Pelaku UMKM RI Terlibat Dagang di Asia Tenggara Hanya 6,3 Persen

Angkut Muat Barang di Pelabuhan. (foto : Istimewa)
Angkut Muat Barang di Pelabuhan. (foto : Istimewa)

I Jakarta - Pelaku UMKM di Indonesia yang terlibat dalam rantai perdagangan di wilayah Asia Tenggara hanya 6,3 persen dari total UMKM di RI. Angka tersebut dinilai sangat rendah dibandingkan negara lain.

"Dibanding dengan negara lain hanya 6,3 persen dari UKM kita yang ikut dalam global value chain," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini, dalam Webinar Ekonom Millennial INDEF, Rabu (8/12/2021).

Sedangkan keterlibatan UKM di Malaysia dalam rantai nilai global atau perdagangan di Asia Tenggara mencapai 46,2 persen. Lalu, Thailand 29,6 persen, Vietnam 21,4 persen, dan Filipina 20,1 persen.

Selanjutnya, perusahaan besar yang terlibat dalam rantai perdagangan di Asia Tenggara hanya 52 persen. Posisinya terendah setelah Filipina yang cyma 51,1 persen.

Keterlibatan yang tertinggi dipegang oleh Thailand yaitu 91,1 persen. Diikuti, Malaysia 82,4 persen dan Vietnam 64,6 persen.


Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan masih banyak pelaku usaha kelas menengah yang kesulitan mengakses pembiayaan.

Menurutnya hal ini berbahaya bagi perekonomian karena membuat pelaku UMKM menjadi kurang produktif dan kalah saing dengan pemain yang lebih besar.

"Saya dapat konfirmasi dari Himbara, yang tengah (usaha menengah) makin berkurang yang mengakses pembiayaan dari perbankan. Ini sangat berbahaya karena tidak produktif bagi ekonomi kita," ujar Teten pada Mei 2021 lalu.

Tak hanya skala menengah, Teten juga menuturkan masih banyak usaha mikro dan kecil yang belum dapat mengakses pembiayaan formal melalui perbankan. Hal ini turut menyebabkan angka pertumbuhan wirausaha stagnan di kisaran 3,4 persen.

Oleh karena itu, ia meminta akses pembiayaan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil juga makin dimudahkan terutama oleh perbankan. Targetnya, porsi pembiayaan perbankan untuk UMKM bisa mencapai 30 persen dalam tiga tahun mendatang.


Video Terkait:
Video : Cafe di Dekat Unsri Palembang, Pas Dikantong Mahasiswa
Editor: Beni Martha Daya